KOMPAS.TV - Amerika Serikat meluncurkan serangan udara putaran kedua terhadap Iran setelah Presiden AS, Donald Trump memperingatkan bahwa Teheran akan membayar untuk negosiasi yang terhenti.
Serangan baru di beberapa kota terjadi ketika upaya untuk menegosiasikan mengakhiri perang disetop Iran.
Teheran bersikeras akan mempertahankan pengaruhnya di Selat Hormuz, yang telah mengganggu pasokan energi global dan membuat harga minyak naik.
Angkatan Laut AS meluncurkan rudal jelajah Tomahawk dari USS Michael Murphy ke target-target di Iran pada hari Rabu (10/6/2026).
Iran mengancam akan membalas serangan itu dan sirene rudal berbunyi Kamis (11/6/2026) pagi di Bahrain, markas Armada ke-5 Angkatan Laut AS, sementara militer Kuwait melaporkan bahwa pertahanan udaranya ditembak.
Amerika Serikat meluncurkan serangan udara ke wilayah Iran pada Rabu (10/6/2026) waktu setempat dan Presiden AS Donald Trump mengancam akan lebih banyak lagi yang akan datang ke Iran usai helikopter tempur AS ditembak jatuh oleh militer Iran.
Trump juga memperingatkan bahwa Teheran akan membayar untuk negosiasi yang dihentikan.
Ancaman ke Iran disampaikan Trump di Gedung Putih dan media sosialnya beberapa jam setelah Bahrain, Kuwait dan Yordania diserang Iran.
Baca Juga: Iran Rilis Video Peluncuran Rudal, Klaim Hantam 21 Target Militer Amerika | BERUT
#iran #amerika #trump
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Penulis : Aisha-Amalia-Putri
Sumber : Kompas TV
- trump
- amerika serang iran
- rudal
- as luncurkan rudal
- helikopter
- Rudal Tomahawk





