ESDM Bilang Perpindahan Konsumen Pertamax ke Pertalite Belum Masif

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan perpindahan konsumen atau shifting dari bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax ke BBM bersubsidi (Pertalite) belum masif.

“Alhamdulillah tidak terlalu besar shifting-nya,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis.

Baca Juga :
ESDM Pastikan Perpindahan Konsumen Pertamax ke Pertalite Belum Masif
Viral Netizen Serukan Peralihan dari Pertamax ke Pertalite, Begini Respons Purbaya

Anggia menyampaikan bahwa hingga saat ini, perpindahan konsumen yang sudah terlihat adalah konsumen Pertamax Turbo yang berpindah ke Pertamax.

Meskipun perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite belum masif, Anggia menyampaikan Kementerian ESDM sudah mengantisipasi dengan penggunaan kode batang (QR code) untuk pembelian Pertalite, serta memerintahkan Pertamina untuk meningkatkan pengawasan pembelian Pertalite.

“Walaupun mungkin banyak juga oknum-oknum yang mengakali ini (QR code). Yang paling penting adalah kesadaran dari masyarakat yang tumbuh. Mana haknya dan mana yang bukan haknya,” kata Anggia.

Anggia menegaskan pemerintah telah menjamin BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak akan mengalami kenaikan harga hingga akhir tahun.

Kebijakan tersebut merupakan bentuk kebijakan “pro wong cilik” yang bertujuan untuk melindungi kelompok rentan dari gejolak harga energi di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah.

“Arahan dari Presiden Prabowo jelas kepada Pak Bahlil (Menteri ESDM), bahwa kelompok yang paling rentan, masyarakat miskin yang paling terdampak, yang banyak menggunakan BBM subsidi, ini yang harus dijaga,” kata Anggia.

Pertamina Patra Niaga mengumumkan kenaikan harga produk bahan bakar minyak jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026.

Menurut siaran pers perusahaan yang diterima di Jakarta pada Selasa (9/6), mulai 10 Juni 2026 harga bahan bakar non-subsidi Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Perusahaan memastikan keamanan pasokan BBM di jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Pertamina di seluruh Indonesia.

Perusahaan menyampaikan bahwa harga produk bahan bakar Pertamina selain Pertamax dan Pertamax Green tidak naik.

Harga produk bahan bakar non-subsidi Pertamax Turbo (RON 98) tetap Rp20.750 per liter, Dexlite (CN 51) tetap Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) tetap Rp24.800 per liter.

Baca Juga :
Deretan Motor yang Aman Diisi Pertalite, Cocok saat Harga Pertamax Melonjak
SBY Mendadak Beri Peringatan Darurat Usai Harga Pertamax Naik, Minta Prabowo Lindungi Rakyat
Bidik Peningkatan Pengguna, MyPertamina Banjir Promo hingga Juli 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persijap Jepara Resmi Perpanjang Kontrak Pelatih Mario Lemos, Capai Target Tim Bertahan di Liga 1
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
IIMS Surabaya 2026 Catat Transaksi Rp336 Miliar
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Infantino Buka Suara usai Tiket Final Piala Dunia Rp1,3 Miliar Tuai Kecaman
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Tiga Awak India Hilang setelah Kapal Tanker Ditembaki AS di Lepas Pantai Oman
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Freeport Targetkan Smelter Tembaga di Gresik Beroperasi Lagi di Kuartal III 2026
• 22 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.