Iran mengumumkan penutupan penuh Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS).
Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA), lembaga baru yang mengawasi jalur pelayaran energi dunia tersebut, mengonfirmasi keputusan itu pada Kamis (11/6).
"Karena ketegangan yang disebabkan oleh agresi pasukan Amerika di kawasan dan pengumuman yang disampaikan Angkatan Bersenjata Iran tadi malam, Selat Hormuz akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut," tulis PGSA melalui akun X.
PGSA juga meminta seluruh pihak yang telah memperoleh izin melintas untuk menunggu instruksi lebih lanjut.
"Para pemohon yang telah diberikan izin transit diminta bersabar dan menunggu instruksi dari PGSA," lanjut pernyataan tersebut.
Pengumuman ini muncul sehari setelah Iran dan AS kembali terlibat aksi saling serang rudal dan drone.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan operasi terhadap sejumlah target militer AS di kawasan Teluk sebagai balasan atas serangan Washington di sekitar Selat Hormuz.





