JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno menyatakan pemerintah memperhatikan perkembangan perang Amerika Serikat (AS) dan Iran usai Selat Hormuz kembali ditutup total per Rabu (10/6/2026).
Selat Hormuz diketahui kembali ditutup total setelah AS dan Iran bertukar serangan. Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC) sebelumnya menyatakan perairan tersebut ditutup hingga "pemberitahuan lanjutan."
Havas mengaku pemerintah Indonesia senantiasa berkomunikasi dengan otoritas Iran mengenai perkembangan konflik. Pada saat bersamaan, pemerintah mencari sumber alternatif untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan bakar minyak dalam negeri.
"Kalau komunikasi ada terus, tapi kan kondisi politiknya kan memanas ya eskalasi gitu, kita wait and see, terpaksa," kata Havas usai mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Jakarta, Kamis (11/6/2026), dikutip dari laporan jurnalis Kompas TV, Thifal Solesa dan Julian Fernando.
Baca Juga: AS Lancarkan Serangan Hari Kedua Terhadap Iran, Iran Balas Serang Negara-negara Teluk
Wamenlu menambahkan, saat ini kapal-kapal yang terjebak tidak bisa melintasi Selat Hormuz karena tidak ada jaminan asuransi. Menurutnya, pihak asuransi enggan memberikan jaminan atas pelayaran di daerah konflik.
Havas menekankan tiadanya jaminan asuransi ini tidak hanya dialami kapal-kapal Indonesia, tetapi juga negara-negara lain. Selain itu, operator dan awak kapal memiliki pertimbanagn tersendiri terkait keselamatan.
"Kalau hubungan dengan pemerintah, kita lakukan diskusi dengan pemerintah. Kita lakukan, tapi persoalannya kan juga ada persoalan dengan asuransi," kata Havas.
Meskipun demikian, dia memastikan pemerintah telah mencari sumber energi alternatif sebagai antisipasi penutupan Selat Hormuz.
Havas mengatakan pemerintah telah menjalin kerja sama dengan negara-negara Afrika dan Amerika Latin. Pasalnya, negara-negara di kawasan tersebut tidak perlu lewat Selat Hormuz untuk mengekspor minyak.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- selat hormuz ditutup
- perang iran
- dampak perang iran
- selat hormuz
- Arif Havas Oegroseno
- wamenlu RI





