Iran Tutup Total Selat Hormuz, Wamenlu RI: Indonesia Wait and See, Cari Minyak hingga Amerika Latin

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno saat ditemui di sela-sela diskusi Step-by-Step Journey of EUDR: Burden or Benefit? bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) di Jakarta, Kamis (3/7/2025). (Sumber: ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno menyatakan pemerintah memperhatikan perkembangan perang Amerika Serikat (AS) dan Iran usai Selat Hormuz kembali ditutup total per Rabu (10/6/2026).

Selat Hormuz diketahui kembali ditutup total setelah AS dan Iran bertukar serangan. Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC) sebelumnya menyatakan perairan tersebut ditutup hingga "pemberitahuan lanjutan."

Havas mengaku pemerintah Indonesia senantiasa berkomunikasi dengan otoritas Iran mengenai perkembangan konflik. Pada saat bersamaan, pemerintah mencari sumber alternatif untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan bakar minyak dalam negeri.

"Kalau komunikasi ada terus, tapi kan kondisi politiknya kan memanas ya eskalasi gitu, kita wait and see, terpaksa," kata Havas usai mengikuti rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Jakarta, Kamis (11/6/2026), dikutip dari laporan jurnalis Kompas TV, Thifal Solesa dan Julian Fernando.

Baca Juga: AS Lancarkan Serangan Hari Kedua Terhadap Iran, Iran Balas Serang Negara-negara Teluk

Wamenlu menambahkan, saat ini kapal-kapal yang terjebak tidak bisa melintasi Selat Hormuz karena tidak ada jaminan asuransi. Menurutnya, pihak asuransi enggan memberikan jaminan atas pelayaran di daerah konflik.

Havas menekankan tiadanya jaminan asuransi ini tidak hanya dialami kapal-kapal Indonesia, tetapi juga negara-negara lain. Selain itu, operator dan awak kapal memiliki pertimbanagn tersendiri terkait keselamatan.

"Kalau hubungan dengan pemerintah, kita lakukan diskusi dengan pemerintah. Kita lakukan, tapi persoalannya kan juga ada persoalan dengan asuransi," kata Havas.

Meskipun demikian, dia memastikan pemerintah telah mencari sumber energi alternatif sebagai antisipasi penutupan Selat Hormuz.

Havas mengatakan pemerintah telah menjalin kerja sama dengan negara-negara Afrika dan Amerika Latin. Pasalnya, negara-negara di kawasan tersebut tidak perlu lewat Selat Hormuz untuk mengekspor minyak.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • selat hormuz ditutup
  • perang iran
  • dampak perang iran
  • selat hormuz
  • Arif Havas Oegroseno
  • wamenlu RI
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejar Investasi Asing, Airlangga Sebut Indonesia Perkuat Hilirisasi, Data Center
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Memanas! Iran Lancarkan Serangan Rudal-Drone ke Bahrain
• 16 jam laludetik.com
thumb
OPD dan BUMD DKI Diizinkan Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Asal Tak Ganggu Jam Kerja
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Harga Emas Jatuh 4 Persen, Eskalasi Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Inflasi
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Faunaland has been Appointed as the New Operator of Bandung Zoo
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.