Gresik (beritajatim.com) – Menjelang datangnya Bulan Suro 2026 yang identik dengan berbagai tradisi dan aktivitas perguruan silat, aparat keamanan di Kabupaten Gresik memilih tidak mengambil risiko. Polisi, TNI, pemerintah daerah, hingga pimpinan perguruan silat turun tangan langsung dalam langkah antisipasi besar-besaran.
Situasi ini mencuat dalam Rapat Koordinasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT PM Cabang Gresik Tahun 2026 yang digelar Polres Gresik. Agenda tersebut menjadi sinyal kuat bahwa seluruh pihak ingin memastikan momentum Suro berjalan tanpa gangguan yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan, tradisi Suro merupakan bagian dari budaya yang patut dihormati. Namun, ia mengingatkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan harus berlangsung tertib dan tidak boleh menimbulkan keresahan publik.
“Kami terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar kegiatan pengesahan warga baru PSHT berjalan aman dan lancar,” katanya, Kamis (11/6/2026).
Tak hanya kepolisian, Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha yang juga menjabat Ketua IPSI Kabupaten Gresik turut menyatakan dukungan penuh. Bahkan, pihaknya berencana mengumpulkan tokoh-tokoh perguruan silat sebelum pelaksanaan kegiatan guna menyatukan komitmen menjaga kondusivitas wilayah.
Perhatian aparat bukan tanpa alasan. Tahun ini, sebanyak 462 calon warga baru PSHT akan mengikuti prosesi pengesahan yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (16/6) hingga Rabu dini hari di Padepokan PSHT Cabang Gresik, Desa Kambingan, Kecamatan Cerme.
Ketua PSHT Cabang Gresik Pusat Madiun, Sukamto, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tradisi sakral yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang SH Terate sejak tahun 1922.
“Ini adalah proses pengukuhan siswa menjadi warga sah SH Terate. Kami berkomitmen penuh agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai aturan,” ungkapnya.
Terkait kegiatan ini, aparat juga memetakan sejumlah titik yang dinilai rawan menjadi lokasi berkumpulnya massa. Karena itu, larangan konvoi menjadi salah satu perhatian utama yang terus disosialisasikan kepada peserta dan seluruh perguruan silat.
Kapolsek Balongpanggang AKP Wiwit secara khusus mengimbau peserta tidak menggunakan kendaraan roda dua untuk menghindari konvoi di jalan raya. Hal senada juga dikemukakan Kapolsek Cerme AKP Taufan Arif yang mengingatkan adanya sejumlah titik yang selama ini menjadi perhatian aparat di wilayah Benjeng dan Cerme.
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Gresik, Nanang Setiawan, mengajak seluruh organisasi kepemudaan dan perguruan silat ikut menjaga suasana tetap damai selama Bulan Suro berlangsung.
“Melalui sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan seluruh elemen perguruan silat, Gresik kini bersiap menghadapi salah satu momentum terbesar dalam kalender tradisi Suro,” pungkasnya. (dny/kun)




