Laba Phapros Melonjak 109% di 2025, Pemegang Saham Kebagian Dividen 15%

medcom.id
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Phapros Tbk menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 15 persen dari laba bersih 2025 kepada para pemegang saham.
 
Direktur Utama PT Phapros Tbk, Intan Abdams Katoppo, mengatakan pencapaian kinerja pada 2025 menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan. 
 
"Phapros berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham, termasuk melalui pembagian dividen. Hal ini mencerminkan kinerja keuangan Phapros yang solid dan sehat serta memiliki fundamental bisnis yang kuat," ujar Intan dalam Paparan Publik Phapros di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

Selain untuk dividen, dalam RUPST Phapros para pemegang saham telah menyetujui penggunaan sisa laba bersih digunakan sebagai dana cadangan untuk CAPEX pemenuhan compliance Perusahaan.
 
Secara rinci, Phapros berhasil mencetak laba bersih tahun 2025 sebesar Rp27,4 miliar, tumbuh 109 persen, dibandingkan dengan 2024 yang mengalami kerugian Rp290,6 miliar. Laba PEHA ini didorong oleh pertumbuhan penjualan hingga dua digit dan keberhasilan strategi efisiensi operasional.
  Baca juga: Investor SMDR Merapat! Segini Usulan Dividen Final Tahun Buku 2025
Penjualan PABRIK Phapros tahun 2025 sebesar Rp940,88 miliar, naik 26,34 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Kenaikan penjualan terjadi di seluruh segmen produk. Segmen obat bebas tanpa resep dokter (over the counter/OTC) naik 43,20 persen yoy, segmen obat generik berlogo (OGB) tumbuh 13,95 persen yoy, dan segmen ethical melesat hingga 55 persen yoy.
 
Selain itu, sepanjang tahun 2025, perusahaan juga mampu menekan biaya produksi barang atau beban pokok penjualan (cost of goods sold/COGS) sebesar 5,41 persen menjadi Rp448,37
miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp474,03 miliar. 
 
Performa apik ini makin diperkuat dengan kemampuan perseroan dalam menekan beban usaha yang berhasil diturunkan sebesar 14,64 persen menjadi Rp406,43 miliar pada 2025 dibandingkan dengan Rp476,12 pada tahun 2024.
 
Intan menjelaskan, strategi cost restructuring sepanjang tahun 2025 terbukti berhasil dalam melakukan efisiensi produksi. Hal itu dapat terlihat dari penurunan COGS sebesar 5,41 persen.
 
Rasio COGS terhadap penjualan pada 2025 juga turun signifikan menjadi 47,65 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 63,65 persen. Rendahnya rasio COGS terhadap penjualan,
menandakan bahwa proses produksi berjalan sangat efisien dan margin laba kotor yang lebih besar.
 
Pencapaian positif lainnya adalah keberhasilan terpangkasnya kewajiban (liabilitas) pada 2025 Rp959,70 miliar turun 7,45 persen (yoy) dibandingkan dengan tahun 2024 Rp1.036,92 miliar.
 
Keberhasilan dalam memangkas kewajiban telah mendorong peningkatan ekuitas pada tahun
2025 menjadi Rp427,47 miliar, naik 8,74 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp393,12 miliar. 
 
Pertumbuhan ekuitas ini juga menandakan bahwa perusahaan semakin bernilai bagi pemilik/pemegang saham. Tak hanya profit, Phapros juga mampu menjaga arus kas (cashflow) dengan baik. 
 
Arus kas bersih dari aktivitas operasi perusahaan positif Rp123,757 miliar, dengan saldo kas pada 31 Desember 2025 sebesar Rp120,98 miliar, naik 31,49 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp92 miliar.
 
“Parameter-parameter positif yang telah diukir sepanjang tahun buku 2025 ini, menjadi semangat baru bagi manajemen untuk membuktikan bahwa Phapros dapat terus tumbuh dan
memenuhi harapan shareholders secara berkelanjutan. Phapros pasti bisa, Phapros itu sehat, Sehat itu Phapros,” tutur Intan.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ditahan KPK, Ketua Tim BPK Sumsel Bantah Terima Suap Proyek Muara Enim
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Ramalan Zodiak Hari Ini, Kamis 11 Juni 2026: Rezeki Libra Mengalir, Gemini Makin Percaya Diri
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Akankah Israel Perluas Kendalinya di Selatan Lebanon?
• 19 jam laludetik.com
thumb
Rute Trans Jatim Koridor 1 Malang-Batu, Ini Objek Wisata yang Dilewati
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemerintah Kota Bandung Menggulirkan Program Padat Karya untuk Menyerap 8.600 Tenaga Kerja dan Menekan Pengangguran
• 14 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.