BEKASI, KOMPAS.com — Friska Adelia Nandita (16), siswi asal SMP Negeri 1 Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, menempuh perjalanan panjang untuk dapat melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Kota Bekasi yang kini dikenal sebagai Sekolah Manusia Unggul (Maung) dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Jawa Barat.
Sejak awal, Friska mengaku sudah memiliki keinginan untuk bersekolah di SMA Negeri 1 Kota Bekasi.
Namun, hadirnya informasi mengenai program Sekolah Maung di media sosial semakin menguatkan tekadnya untuk mencoba masuk sekolah tersebut.
Baca juga: SMAN 1 Kota Bekasi Diserbu Pendaftar Usai Jadi Sekolah Maung, Bakal Adaptasi Kurikulum Cambridge
“Dari awal memang sudah ada niat sekolah ke SMA 1 Kota Bekasi. Terus sekarang ada istilah Sekolah Maung, jadi makin semangat lagi buat masuk ke sini,” kata Friska saat berbincang dengan Kompas.com, Rabu (10/6/2026).
Keputusan Friska merantau ke Bekasi bukan tanpa alasan. Ia membawa cita-cita besar untuk melanjutkan pendidikan ke Fakultas Kedokteran di universitas ternama yang menjadi impian utamanya sejak lama.
"Aku ingin lolos jurusan Kedokteran di Universitas Indonesia (FK UI)," jelas Friska
Dalam proses seleksi, Friska mengaku hanya mencantumkan satu prestasi sebagai syarat utama, yakni Pramuka Garuda.
Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian tertinggi dalam dunia kepramukaan yang diperoleh melalui seleksi ketat.
“Untuk seleksinya ini cukup ketat. Dan setara juara tingkat nasional,” jelasnya.
Perjalanan dirinya diterima di SMAN 1 Kota Bekasi dimulai dari tahap pembuatan akun pada laman SPMB, pengunggahan berkas, pemilihan sekolah tujuan, hingga proses verifikasi data.
Baca juga: Syarat Masuk Sekolah Maung SMAN 1 Kota Bekasi, Lewat Jalur Prestasi Akademik dan Non-akademik
Setelah seluruh tahapan tersebut, sistem kemudian melakukan perankingan berdasarkan data dan prestasi yang diunggah peserta.
Tahap perankingan menjadi salah satu fase paling menegangkan bagi Friska. Ia mengaku posisi peringkatnya terus mengalami perubahan selama proses seleksi berlangsung.
“Awalnya saya di urutan 20 terus ke 77. Setiap hari rankingnya turun terus, sampai akhirnya di posisi 62. Pas pengumuman alhamdulillah masih keterima,” kata dia.
Setelah masuk ke sekolah unggulan, Friska berupaya mengembangkan bakat non-akademik yang ia miliki.
Ia mengaku memiliki sejumlah kemampuan, namun yang paling ia kuasai adalah bidang seni suara atau bernyanyi.





