KOTA MEKSIKO, KOMPAS.TV - Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut Piala Dunia 2026 mustahil digelar jika tanpa andil Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Seperti diketahui, Piala Dunia edisi ke-23 ini akan bergulir mulai Jumat (12/6/2026) waktu Indonesia. Ini menjadi Piala Dunia pertama yang digelar di tiga negara sekaligus; AS, Kanada, dan Meksiko.
Ini juga merupakan putaran final Piala Dunia pertama yang menyertakan total 48 kontestan.
"Tanpa keterlibatan dan partisipasinya, saya pikir itu akan mustahil, sesederhana itu, akan mustahil menyelenggarakan Piala Dunia di Amerika Serikat," kata Infantino, Rabu (10/6/2026), dilansir AP.
"Dia langsung memahami besarnya Piala Dunia, dampak dari Piala Dunia," imbuh Presiden FIFA kesembilan tersebut.
Baca Juga: Kata Presiden FIFA soal Wasit Piala Dunia 2026 asal Somalia yang Ditolak Masuk AS
Pelaksanaan Piala Dunia 2026 khususnya di AS diwarnai kontroversi seperti kebijakan imigrasi dan visa AS, partisipasi Timnas Iran di tengah konflik Iran-AS, hingga harga tiket yang sangat mahal.
Pada 5 Juni silam, striker Timnas Irak, Aymen Hussein, sempat ditahan dan diinterogasi selama tujuh jam saat mendarat di Bandara Internasional O'Hare, Chicago.
Lalu, hanya berselang sehari, wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, yang sejatinya akan bertugas di Piala Dunia 2026, ditolak masuk AS.
Bahkan, dia dipulangkan kembali dan FIFA mengonfirmasi Artan tidak akan memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026.
Penulis : Gilang Romadhan Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Associated Press
- Piala Dunia 2026
- FIFA
- Presiden FIFA
- Gianni Infantino
- Donald Trump
- Piala Dunia





