Terjawab, Ini Penyebab Antrean Truk Mengular di Sejumlah SPBU Sulsel

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MAKASSAR - Antrean panjang kendaraan niaga, khususnya truk, tampak mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di jalur Trans Sulawesi, yang membentang dari Kota Makassar hingga Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Berdasarkan pantauan Bisnis, antrean kendaraan tersebut bahkan mencapai ratusan meter di beberapa titik SPBU. Kepadatan ini memaksa sejumlah armada truk memarkir kendaraan hingga ke bahu jalan, yang berpotensi memicu kemacetan lalu lintas. 

Fenomena tersebut terpantau telah berlangsung sejak Rabu (10/6/2026) hingga Kamis (11/6/2026).

Menanggapi kondisi tersebut, Sales Branch Manager (SBM) Sulselbar I Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Muhammad Yoga Prabowo menjelaskan bahwa kepadatan yang terjadi dipicu oleh lonjakan kebutuhan biosolar bersubsidi sepanjang Juni 2026.

Pada saat yang sama, tingginya permintaan berbagai produk bahan bakar minyak (BBM) dari wilayah supply point Integrated Terminal Makassar berimbas pada meningkatnya intensitas distribusi mobil tangki.

"Ditambah lagi adanya sejumlah armada yang sedang menjalani pemeliharaan berkala, sehingga memerlukan penyesuaian pola pengiriman ke beberapa penyalur. Kami terus melakukan berbagai upaya agar penyaluran dapat berjalan optimal di tengah peningkatan konsumsi yang terjadi," ujar Yoga di Makassar, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga

  • Bahlil Pastikan BBM Subsidi dan LPG Tetap: Kami Siapkan Langkah Jaga Daya Beli
  • Harga BBM Naik, Penjualan Mobil Listrik Bakal Makin Laris?
  • Perbandingan Harga BBM di Indonesia, Malaysia, dan Singapura, Mana Paling Murah?

Sebagai langkah mengurai antrean, PT Pertamina Patra Niaga telah mengambil sejumlah kebijakan mitigasi, di antaranya menambah volume penyaluran biosolar subsidi di wilayah Kota Makassar sebesar 10% hingga 15% di atas rata-rata penyaluran normal pada Juni 2026.

Kemudian meningkatkan koordinasi dengan PT Elnusa guna mempercepat pengiriman ke SPBU, termasuk mengoperasikan armada spot charter tambahan untuk memperkuat keandalan suplai. Lalu menerapkan pengaturan antrean melalui metode marshaling serta menambah jumlah operator pelayanan di lapangan demi mempercepat proses pengisian.

Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto menyatakan bahwa korporasi berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas antara ketersediaan stok, kelancaran distribusi, dan mutu layanan di tingkat pengecer.

"Peningkatan kebutuhan energi di sejumlah wilayah menjadi perhatian kami. Karena itu, berbagai langkah penguatan distribusi terus dilakukan agar pasokan tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung dengan baik," kata Lilik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Berpeluang Menguat meski Risiko Geopolitik dan Inflasi Masih Membayangi
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Tinggalkan Hollywood, Zac Efron Siapkan Kehidupan Baru di Australia
• 7 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Danantara Masih Mengkaji Pembentukan Perusahaan Aviation Leasing untuk Perkuat Pembiayaan Garuda Indonesia
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Polisi Tegaskan Penanganan Kasus Dugaan Penggelapan Masih Berjalan, Penyidik Tunggu Kelengkapan Alat Bukti
• 5 jam laluharianfajar
thumb
COO Danantara Temui Bos Sekuritas: Bank-Bank Kini di Posisi Terbaik
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.