Di tengah pesatnya perkembangan era digital, sebuah pencapaian luar biasa datang dari dunia literasi anak Indonesia. Putri Alya Sidik (9), seorang siswi Sekolah Dasar, meluncurkan tiga buku berbahasa Inggris sekaligus yang merangkum pengalaman serta imajinasi masa kecilnya.
Ketiga buku yang diluncurkan tersebut berjudul My School is My Second Home, I Love Healthy Food, dan Learning Piano Makes Me Happy. Karya-karya ini merupakan bagian dari serial bertajuk Diary of Alya, sebuah kumpulan cerita yang mengangkat tema kegiatan sehari-hari dan hal-hal yang dekat dengan dunia anak-anak.
Motivasi Alya untuk menjadi penulis bermula dari kegemarannya membaca buku sejak usia dini. Seringnya berinteraksi dengan berbagai macam bacaan membuat imajinasinya berkembang pesat hingga mampu membayangkan dunia dan karakter-karakter yang hidup.
"Suatu hari aku sempat berpikir, bagaimana kalau aku tidak hanya membaca buku? Bagaimana kalau aku membuat buku aku sendiri?" ungkap Alya mengenai awal mula keberaniannya menulis.
Kehadiran Alya sebagai penulis cilik menjadi sorotan mengingat jumlah penulis anak di Indonesia saat ini masih tergolong terbatas. Langkah ini diharapkan dapat menjadi pemicu untuk meningkatkan minat baca, keterampilan menulis, serta kemampuan berbahasa Inggris di kalangan generasi muda sejak dini.
Baca juga: Beasiswa Nusantara Buka Peluang Pendidikan Tinggi bagi Pelajar Aceh Tamiang
Peluncuran buku ini juga menjadi pengingat bagi para orang tua untuk lebih peka terhadap potensi unik setiap anak. Dukungan orang tua dianggap sebagai kunci utama dalam membantu anak mengeksplorasi bakat mereka, seperti yang ditunjukkan oleh Alya yang mampu menghasilkan karya luar biasa di usia yang sangat muda.
"Launching buku dari adik Alya ini menjadi contoh kepada masyarakat bahwa orang tua perlu mendidik putra-putrinya sesuai potensinya masing-masing," ungkap psikolog sekaligus Ketua Umum LPAI, Seto Mulyadi.
"Dalam usia 9 tahun, Ia menulis buku apalagi dalam bahasa Inggris, itu suatu hal yang luar biasa sekali," tambahnya.
Dengan adanya serial Diary of Alya, diharapkan literasi bukan lagi sekadar kewajiban sekolah, melainkan ruang ekspresi yang menyenangkan bagi anak-anak untuk menyampaikan gagasan dan pengalaman mereka kepada dunia.




