Iran Tutup Total Selat Hormuz Hingga Batas Waktu yang Belum Ditentukan

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz bagi lalu lintas pelayaran hingga waktu yang belum ditentukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS). Dalam pernyataan yang diunggah di platform X pada Kamis (11/6/2026) Otoritas Selat Teluk Persia Iran (PGSA) menyebut penutupan itu dilakukan menyusul eskalasi yang dipicu oleh tindakan militer AS dan pengumuman terbaru dari angkatan bersenjata Iran.

"Karena ketegangan yang dipicu pasukan agresif AS dan pengumuman terbaru Angkatan Bersenjata Republik Islam, Selat Hormuz akan ditutup sepenuhnya," kata PGSA.

Baca Juga
  • Kantor DPRD Indramayu Digeledah Kejati Jabar, Satu Koper Dokumen Penting Disita
  • Anniversary ke-16, Istri di Kuningan Berikan Kado Pernikahan Istri Muda ke Suaminya
  • Tak Lulus Sekolah Maung, Ribuan Siswa Harus Buru-buru Daftar ke Sekolah Reguler

Otoritas itu juga meminta pihak-pihak yang telah memperoleh izin transit untuk bersabar dan menunggu pemberitahuan lebih lanjut terkait operasional jalur pelayaran tersebut.

Pengumuman itu disampaikan sehari setelah Presiden AS Donald Trump menuduh Iran mengulur-ulur perundingan. Ia juga menyatakan pihaknya berniat melancarkan serangan besar terhadap Iran.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pada hari yang sama, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) menyatakan telah melancarkan serangan terhadap Iran, yang kemudian membalasnya dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS.

Ketegangan terbaru itu merupakan kelanjutan dari konflik yang pecah sejak 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Kedua negara yang bertikai itu sempat mengumumkan gencatan senjata pada 7 April. Namun, pembicaraan lanjutan yang digelar di Islamabad tidak menghasilkan terobosan bagi penyelesaian konflik.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti, Anadolu
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Respon Ruben Onsu Usai Giorgio Antonio Dipanggil Ayah Oleh Anaknya
• 10 jam lalucumicumi.com
thumb
Moratorium MBG atas Kasus BGN Jadi Perbaikan Tata Kelola Program Strategis Prabowo
• 11 jam laludisway.id
thumb
Dulu Dianggap Biasa, Kini Jadi Kemewahan? 11 Hal yang Makin Sulit Dijangkau Kelas Menengah
• 33 menit laluviva.co.id
thumb
Teknologi Canggih Berbasis AI dan DNA Perkuat Upaya Konservasi Panda Raksasa di China
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Sederet Selebritas yang Terseret Kasus Hanania Travel: Thariq dan Aaliyah hingga Keanu!
• 33 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.