jpnn.com, JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengevaluasi penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus bagi kelompok sekolah elite.
Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menegaskan langkah penajaman sasaran (refocusing) ini diambil agar anggaran negara diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.
BACA JUGA: Soroti Moratorium MBG dan Polemik BGN, Jupnas Gizi Pertanyakan Tata Kelola Program
Selama ini, lanjut dia, MBG diberikan untuk seluruh anak sekolah, tanpa memandang sekolah tersebut masuk dalam golongan bawah, menengah ataupun atas.
"Iya benar (penataan kembali). Maksudnya yang mampu, yang kaya. Jadi, nanti misalnya sekolah-sekolah kaya," ujarnya.
BACA JUGA: Analisis Kebijakan Publik dan Hukum dalam Perspektif SK Dapur 3T BGN
Selain penyesuaian sasaran penerima manfaat, katanya, pemerintah juga tengah membahas aspek efisiensi dalam pelaksanaan program tersebut.
Namun, rincian mengenai langkah efisiensi yang akan diterapkan masih akan dibahas lebih lanjut dalam rapat lanjutan.
BACA JUGA: Respons KPK soal Nama Fitroh Rohcahyanto Terseret Kasus Dugaan Korupsi BGN
Sebelumnya, Nanik mengemukakan program MBG akan difokuskan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Oleh karena itu, lanjut Nanik, BGN telah mengeluarkan surat edaran kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak melayani sasaran MBG 3B akan ditangguhkan.
Sementara untuk pembangunan SPPG di wilayah 3T, BGN akan melakukan beberapa alternatif skema pelaksanaan agar tidak membebani APBN.(antara/jpnn)
Simak! Video Pilihan Redaksi:
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




