Jakarta, VIVA – Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, membantah terlibat dalam kasus dugaan suap importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai.
Hal ini ia disampaikan melalui kuasa hukumnya, Hotman Paris, saat konferensi pers di Restoran Le Nusa Jakarta, Jakarta Selatan, pada Kamis 11 Juni 2026.
“Jadi sekali lagi kesimpulannya adalah, satu, Raffi tidak pernah berkunjung ke Blue Ray,” kata Hotman, kepada awak media.
Dia menerangkan, bahwa kliennya ada di depan toko Blueray lantaran ada seorang pegawai yang mengajak foto bersama.
“Bukan nggak pernah berkunjung, di depannya (toko blueray) foto,” terang Raffi Ahmad.
“Itu bukan berkunjung namanya. Kedua, Raffi berkunjung ke apa, Awang Kitchen, datanglah pegawainya Blue Ray minta foto bersama dan ditarik kamu ke depan tokonya. Karena kebetulan Awang Kitchen sama Blue Ray bersebelahan,” sambung dia.
Hotman menambahkan, saat itu terjadi penawaran dikirimkan iPhone 17. Namun ditegaskan bahwa hal tersebut hanyalah sekadar basa-basi dan tidak terjadi pengiriman tersebut.
“Di situlah sebagaimana, itulah enaknya selebriti kayak kami ini ditawarin, "Mau nggak handphone saya kirim?" Ya, namanya kan ya bagi kita berdua handphone se-gitu apa sih? Itu mah ya, nggak mengatakan sombong kita kaya, emang bagi kalian aja handphone iphone 17 juga itu tidak termasuk terlalu mahal, apalagi bagi kami,” jelas Hotman.
“Tapi kok itu jadi isu nasional? Coba bayangin sakitnya negeri ini, apa yang terjadi di negeri ini? Sakit jiwa kali ya banyakan orangnya. Dia, hanya basa-basi, "Mau nggak saya kirim..." hanya kan, "Mau nggak saya kirimin handphone karena di Indonesia belum ada iPhone 17?". Sejak itu nggak ada komunikasi apa pun. Tidak ada pertanyaan dari Raffi, "Mana handphone-ku?" nggak ada,” lanjutnya.
Selanjutnya terjadi operasi tangkap tangan (OTT) Blue Ray dan dalam persidangan ada percakapan yang membawa nama Raffi Ahmad. Adapun tertulis bahwa ada pesanan dari Raffi Ahmad. Disitu lah heboh soal Raffi terlibat dalam dugaan suap importasi barang Ditjen Bea dan Cukai.





