JAKARTA, KOMPAS.TV - Aktivis prodemokrasi, Feri Amsari, berharap Presiden Prabowo Subianto tidak sekadar berpidato "yang tinggi-tinggi", tapi bekerja.
Feri menyampaikan harapan itu saat diminta menyampaikan pesan sederhana untuk Presiden Prabowo dalam program ROSI yang ditayangkan Kompas TV, Kamis (11/6/2026).
“Pak, bekerja, jangan pidato,” kata dia.
Akademisi Universitas Andalas itu juga menjawab pertanyaan tentang apa yang paling ingin ia lihat dari Prabowo, yang sejalan dengan harapan mahasiswa.
Ia mengatakan dirinya ingin melihat Prabowo memastikan agar kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar melibatkan partisipasi publik.
“Dari berbagai undang-undang yang kemudian menjadi kontroversi, itu tidak melibatkan partisipasi publik sama sekali,” kata Feri.
Baca Juga: Mahasiswa Turun ke Jalan, Tuntut Perbaikan Ekonomi hingga Evaluasi Program MBG | BERUT
“Tiga hak yang harusnya ada dalam partisipasi itu diabaikan, termasuk dengan revisi Undang-Undang Polri yang terbaru, Undang-Undang Militer dan lain-lain.”
Feri juga berpendapat, saat ini dari enam tuntutan awal reformasi, tinggal satu poin saja yang belum rusak, yakni kembali pada Undang-Undang Dasar naskah awal.
“Undang-undang konstitusi kita masih konstitusi reformasi. Lima lainnya sudah hilang. Muncul multifungsi militer, peradilan yang kemudian tidak adil, punya problematika serius,” tuturnya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- feri amsari
- presiden ri
- presiden prabowo
- prabowo subianto
- Rosi
- pidato prabowo





