Pantau - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) membangun Rumah Sagu di Kelurahan Wania RT 02 Mapurujaya, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sebagai bagian dari program ekonomi yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama yang menjadi awal pelaksanaan proyek dan ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu bulan setelah seluruh material disiapkan.
Kepala Divisi Program Ekonomi YPMAK, Oktovianus Jangkup, menjelaskan bahwa Rumah Sagu akan digunakan untuk mengolah dan memproduksi sagu guna memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari masyarakat sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi.
Ia mengungkapkan bahwa sagu tidak hanya akan diolah menjadi papeda, tetapi juga diproduksi menjadi tepung sagu yang dapat dikembangkan menjadi berbagai jenis makanan untuk dipasarkan.
Dukungan Pemerintah dan Pengembangan Ekonomi LokalLurah Kelurahan Wania, Edy Ayomi, menyatakan bahwa program tersebut merupakan terobosan dalam pengelolaan sagu untuk mendukung ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
“Program tersebut merupakan sebuah terobosan dalam pengelolaan sagu,” ungkap Edy.
Edy berharap pembangunan Rumah Sagu memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang bekerja di dalamnya dan mampu mendorong peningkatan ekonomi melalui pemanfaatan pangan lokal berbasis sagu.
Pemerintah Kelurahan Wania juga menyambut positif program YPMAK karena dinilai membantu upaya pengembangan ekonomi masyarakat lokal.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada YPMAK atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat melalui pengembangan ekonomi berbasis sagu serta berharap program tersebut terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang.
Produksi Sagu dan Harapan MasyarakatMenurut YPMAK, Rumah Sagu akan dilengkapi mesin pengolahan sehingga dapat memproduksi berbagai olahan seperti tepung sagu, kerupuk, kue, dan beragam oleh-oleh yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga masyarakat setempat.
YPMAK juga berharap pengelolaan Rumah Sagu dilakukan secara optimal oleh kelompok yang terlibat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan menjadi model yang dapat dikembangkan di sejumlah wilayah pesisir Mimika apabila program berjalan baik.
Ketua Kelompok Paweyari, Kasianus Maopiyauta, menyampaikan bahwa impian masyarakat untuk memiliki fasilitas produksi sagu akhirnya terwujud melalui dukungan YPMAK.
“Masyarakat telah lama berupaya membangun fasilitas untuk memproduksi sagu,” ungkap Kasianus.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada YPMAK karena telah membantu mewujudkan keinginan tersebut.
Kelompok Paweyari yang beranggotakan 12 orang berkomitmen memanfaatkan dan mengembangkan Rumah Sagu secara optimal demi memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi keluarga melalui usaha berbasis sagu.
Kasianus menjelaskan bahwa bahan baku diperoleh dari dusun sagu milik kelompok di kawasan hutan dan berharap pemerintah dapat membantu pembangunan badan jalan agar proses pengambilan sagu menjadi lebih mudah.
Pembangunan Rumah Sagu diperkirakan turut menyerap tenaga kerja lokal sehingga diharapkan membantu mengurangi tingkat pengangguran di kampung.
Peresmian awal pembangunan diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin pemuka agama Katolik setempat dan dihadiri pengurus YPMAK, mitra kerja, Pemerintah Kelurahan Wania, serta masyarakat Kelurahan Wania RT 02 Mapurujaya.




