Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurahhman mengajak seluruh elemen bangsa untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat dan kritik. Ia memastikan pemerintah selalu membuka ruang pendapat dan kritik.
"Kita semua dituntut untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat dan kritik. Pemerintah selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, termasuk kritik," kata Dudung lewat keterangan videonya, Kamis (11/6/2026).
Dudung menilai kritik merupakan napas demokrasi yang harus membangun bukan sebaliknya. Ia meminta masyarakat untuk memahami kritik dan adu domba.
"Sebab, kritik adalah napas demokrasi yang harus membangun, bukan meruntuhkan. Jangan samakan kritik dengan provokasi, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa," ujarnya.
Dudung mengingatkan bahwa Indonesia lahir melalui perjuangan panjang yang penuh pengorbanan. Menurutnya, Indonesia telah melewati berbagai ujian sejarah, mulai dari pemberontakan hingga konflik sosial yang mengancam persatuan nasional.
"Bangsa ini lahir bukan dari jalan yang lapang. Indonesia tumbuh dari sejarah panjang, luka yang dalam, air mata, pengorbanan, dan darah para pendiri bangsa," ujarnya.
(eva/isa)





