Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan jasa keuangan terbesar Amerika Serikat (AS) JP Morgan memproyeksikan harga emas dunia yang akan melampaui level US$ 6.000 per ounce pada tahun 2026. Mengutip Yahoo Finance, proyeksi harga tersebut salah satunya dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik yang mengancam stabilitas ekonomi dunia.
Para analis lembaga keuangan tersebut menjelaskan bahwa lonjakan ini didorong oleh status emas sebagai aset aman (safe haven) yang semakin populer di tengah fluktuasi pasar saham. Mereka menilai pergerakan harga emas yang tumbuh hingga 64% sepanjang tahun 2025 menjadi landasan kuat bagi kenaikan harga yang lebih tinggi pada periode mendatang.
Bahkan, JP Morgan memproyeksikan harga emas bisa mencapai US$ 6.300 per ounce lantaran peningkatan pembelian bank sentral dan ketergantungan global.
Pakar investasi menekankan bahwa inflasi tetap menjadi pendorong paling signifikan bagi pergerakan harga logam mulia karena keterbatasan jumlah pasokannya. Saat harga barang dan jasa meningkat secara drastis, daya beli mata uang akan menurun sehingga investor cenderung mengalihkan modalnya ke aset emas.
Minat investasi ke logam mulia juga terjadi di Indonesia, buktinya PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan kinerja mencolok dengan laba sebesar Rp7,92 triliun pada tahun buku 2025. Capaian tersebut melonjak 106% dibandingkan laba tahun 2024 yang sebesar Rp3,85 triliun.
Pertumbuhan laba itu sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan yang naik 22% menjadi Rp84,64 triliun pada 2025, dibandingkan Rp69,19 triliun pada tahun sebelumnya. Kinerja tersebut terutama ditopang oleh bisnis emas yang menyumbang sekitar 79% terhadap total penjualan perusahaan.
Penjualan emas ANTAM sendiri tercatat mencapai Rp66,47 triliun di sepanjang 2025 atau meningkat 15% dibandingkan Rp57,56 triliun pada 2024, ditopang oleh permintaan yang tetap kuat.
Permintaan emas yang tinggi ini juga membuat ANTAM memperluas jaringan perdagangan produk logam mulia melalui kolaborasi dan memperkuat ekosistem emas nasional.
Saat ini ANTM menyediakan produk emas fisik maupun emas fisik digital bagi masyarakat yang ingin berinvestasi. Emas fisik digital ini menawarkan kemudahan karena kepemilikan dan transaksinya dapat diakses melalui ponsel.
Bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas tetapi tidak ingin repot menyimpan emas fisik, ANTM juga menyediakan produk BRANKAS atau Berencana Aman Kelola Emas. BRANKAS merupakan salah satu layanan penjualan Produk Emas Fisik Digital yang disediakan oleh Antam.
Ditambah lagi, emas Indonesia apalagi dari ANTAM menjadi salah satu favorit di Dunia. Pada intinya emas Antam khususnya Indonesia memiliki sertifikat standar London Bullion Market Association (LBMA) 99,5%.
"Antam itu 99,99%, above LBMA. Kami sampaikan ke masyarakat, kita perlu lebih giat mengedukasi. Karena ini bukan hanya soal uang tapi juga kualitas," terang Direktur Komersial PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Handi Sutanto dikutip Kamis (11/9/2026).
Berkenaan dengan harga emas, Antam memastikan selalu berpatokan pada harga emas dunia. Nah, berkaitan dengan stok emas yang misalnya sulit di dapatkan masyarakat, dipastikan tidak ada orang dalam (ordal).
"Kami jauh dari situ. Ini blessing not so much. Kami imbau masyarakat hati-hati investasi tergantung jangka pendek tengah panjang. Ini gift untuk Antam kami terus berbenah diri," terang Handi.
Sebagaimana diketahui di tengah harga emas yang sedang tinggi, emas Antam memang sedang digandrungi.
(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google




