Liputan6.com, Jakarta - Film pendek Indonesia kembali mendapat sorotan di panggung internasional melalui ajang EuroAsia Shorts 2026, festival film pendek tahunan yang mempertemukan karya-karya sinema dari Asia dan Eropa.
Kegiatan yang berlangsung pada pekan kedua Juni di Washington, DC, Amerika Serikat, menjadi ajang promosi budaya sekaligus membuka peluang lebih besar bagi perfilman Indonesia untuk menembus pasar dan penghargaan film dunia, termasuk Academy Awards atau Oscar.
Advertisement
Indonesia menampilkan dua film pendek yang mencerminkan kekayaan narasi dan perspektif sineas Tanah Air.
Film Kepaten Obor karya Lukman Hakim mengangkat kisah Betari yang menemukan kembali ibunya di lereng Gunung Bromo dengan latar tradisi Kasodo, mengusung tema keluarga, kehilangan, dan penerimaan.
Sementara itu, Daly City karya sineas diaspora Indonesia Nick Hartanto menghadirkan kisah seorang anak Indonesia yang berupaya menemukan identitas dirinya di Amerika Serikat, sekaligus menyoroti isu asimilasi budaya, stereotip minoritas, dan makna American Dream.
Partisipasi Daly City menjadi perhatian khusus karena film tersebut telah masuk kategori Oscar-qualifying, yang memungkinkan karya tersebut mengikuti proses seleksi menuju Academy Awards. Saat ini, Daly City dan Anak Macan karya Amar Haikal menjadi dua film pendek Indonesia yang berhasil mencapai tahap tersebut.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, menegaskan pentingnya mendorong perfilman Indonesia agar semakin dikenal di tingkat global sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif nasional.
"Film Indonesia memiliki kualitas cerita dan kekuatan budaya yang mampu berbicara kepada audiens global. Karena itu, kita perlu terus mendukung para sineas agar semakin banyak karya Indonesia yang tampil dan bersaing di berbagai festival internasional, termasuk membuka jalan menuju Academy Awards, sekaligus memperkuat kontribusi sektor ekonomi kreatif bagi perekonomian nasional," kata dia dalam keterangan yang diterima, Kamis (11/6/2026).




