Pantau - Ade Jona Prasetyo terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) periode 2026–2029 dan menegaskan bahwa hasil tersebut merupakan kemenangan seluruh anggota organisasi.
Jona menyampaikan, “Ini adalah kemenangan bersama. Karena di Hipmi kita semua adalah sahabat, kita semua bersaudara,” ungkapnya.
Di tengah ketidakpastian ekonomi akibat kondisi geopolitik dan geoekonomi, Jona mengajak seluruh pengusaha muda untuk terus berjuang dan membuktikan bahwa Hipmi mampu menjadi motor penggerak perekonomian.
Ia juga mengatakan, “Kontestasi telah usai. Dengan semangat bertanding untuk beranding, saya mengajak seluruh kader Hipmi untuk sama-sama memajukan Hipmi dari pusat hingga daerah,” ujarnya.
Komitmen Membangun Hipmi Berdaya Saing GlobalJona menilai sejarah menunjukkan bahwa pengusaha hebat bukan hanya mereka yang berhasil ketika kondisi ekonomi sedang baik, melainkan mereka yang mampu bertahan dan berkembang pada masa sulit.
Menurutnya, Hipmi merupakan wadah bagi pengusaha pejuang yang harus berani menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Ia mengungkapkan, “Saya mengajak kita semua untuk tidak takut menghadapi masa depan. Setiap tantangan selalu membawa peluang. Ketika pasar berubah, kita harus beradaptasi. Ketika persaingan meningkat, kita harus meningkatkan kualitas.”
Jona menegaskan bahwa terpilih sebagai ketua umum bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk memajukan organisasi.
Ia berkomitmen menjadikan Hipmi sebagai rumah kolaborasi yang memiliki daya saing global, berperan dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Jona juga menargetkan Hipmi dapat membantu pemerintah mewujudkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
Ia menyatakan, “Siapa percaya, selama kita menjaga integritas, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan tidak berhenti berjuang, maka badai ekonomi sebesar apapun tidak akan mampu menghentikan langkah kita.”
Fokus Maksimalkan Potensi Ekonomi DaerahDalam menjalankan kepemimpinannya, Jona berencana mengorkestrasi organisasi Hipmi di berbagai daerah agar setiap potensi lokal dapat dimaksimalkan sesuai keunggulan masing-masing wilayah.
Ia menyebut potensi tersebut mencakup sektor pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, hingga industri kreatif yang dinilai mampu menghasilkan nilai tambah tinggi apabila dikembangkan secara optimal.
Jona mengatakan, “Potensi tersebut harus menjadi fokus utama pengembangan ekonomi agar memiliki nilai tambah yang tinggi. Saya juga akan mewujudkan visi misi saya agar Hipmi lebih maju.”
Menurutnya, pembangunan ekonomi dari daerah tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan wilayah, tetapi juga menciptakan pemerataan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat kemandirian masyarakat.
Ia menyampaikan, “Ketika daerah maju, maka provinsi akan kuat. Ketika provinsi kuat, maka Indonesia akan semakin maju dan berdaya saing. Sehingga, kita sebagai kader Hipmi ikut andil dalam mewujudkan target ekonomi 8 persen.”




