Jakarta (ANTARA) - Rumah produksi Abelle Pictures akan mempersembahkan film horor “Lastri: Arwah Kembang Desa” garapan sutradara Hendri Tivo yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 16 Juli 2026.
Produser Joe Richard menyebut film “Lastri: Arwah Kembang Desa” sebagai karya yang lahir bukan hanya dari ide, tapi dari perasaan yang dalam.
“Kami tidak hanya ingin menakut-nakuti. Kami ingin penonton merasakan sesuatu rasa kehilangan, rasa takut, rasa yang tertinggal. Ini film yang kami bangun dengan hati. Dan kami yakin, penonton akan merasakannya,” ujar Joe, dalam keterangan pers yang diterima, Kamis.
Film “Lastri: Arwah Kembang Desa” juga baru-baru ini merilis trailer yang ditampilkan bukan hanya menghadirkan jumpscare, tapi membangun rasa tidak nyaman yang perlahan merayap.
Sosok Lastri muncul bukan sekadar sebagai arwah, tapi sebagai luka yang hidup. Sementara bayang-bayang Turenggo terasa seperti rahasia yang tak ingin diungkap, tapi tak bisa disembunyikan.
“Ketakutan yang paling kuat bukan yang datang tiba-tiba, tapi yang pelan-pelan masuk. Itu yang kami coba bangun di Lastri,” kata sutradara Hendri Tivo.
Film “Lastri: Arwah Kembang Desa” dibintangi oleh Hana Saraswati, Yama Carlos, Ratu Meta, Rizal Djibran, Audy Bella, Nando Hilmy, Debby Sahertian dan Ingrid Wijanarto.
Baca juga: Film horor “Badut Gendong” tandai perluas semesta baru Qodrat
Baca juga: Shareefa Daanish tak mau jadi "Ratu Horor"
Baca juga: PH asal Korea akan bawa film horor Indonesia ke festival film Cannes
Produser Joe Richard menyebut film “Lastri: Arwah Kembang Desa” sebagai karya yang lahir bukan hanya dari ide, tapi dari perasaan yang dalam.
“Kami tidak hanya ingin menakut-nakuti. Kami ingin penonton merasakan sesuatu rasa kehilangan, rasa takut, rasa yang tertinggal. Ini film yang kami bangun dengan hati. Dan kami yakin, penonton akan merasakannya,” ujar Joe, dalam keterangan pers yang diterima, Kamis.
Film “Lastri: Arwah Kembang Desa” juga baru-baru ini merilis trailer yang ditampilkan bukan hanya menghadirkan jumpscare, tapi membangun rasa tidak nyaman yang perlahan merayap.
Sosok Lastri muncul bukan sekadar sebagai arwah, tapi sebagai luka yang hidup. Sementara bayang-bayang Turenggo terasa seperti rahasia yang tak ingin diungkap, tapi tak bisa disembunyikan.
“Ketakutan yang paling kuat bukan yang datang tiba-tiba, tapi yang pelan-pelan masuk. Itu yang kami coba bangun di Lastri,” kata sutradara Hendri Tivo.
Film “Lastri: Arwah Kembang Desa” dibintangi oleh Hana Saraswati, Yama Carlos, Ratu Meta, Rizal Djibran, Audy Bella, Nando Hilmy, Debby Sahertian dan Ingrid Wijanarto.
Baca juga: Film horor “Badut Gendong” tandai perluas semesta baru Qodrat
Baca juga: Shareefa Daanish tak mau jadi "Ratu Horor"
Baca juga: PH asal Korea akan bawa film horor Indonesia ke festival film Cannes





