Jakarta, CNBC Indonesia - Keberhasilan model AI seperti DeepSeek tidak akan ditiru oleh Sinarmas. Perusahaan akan melihat tujuan dari produk yang dibuatnya.
Dalam panel discussion XLSMART Bravo 500 Summit 2026, mantan menteri perdagangan Gita Wirjawan menanyakan pada pemilik Grup Sinarmas Franky Widjaja apakah akan ada versi DeepSeek atau Gemini yang lebih baik dari perusahaan itu.
"Apakah Anda melihat masa depan atau memperkirakan mungkin kelompok Anda menemukan versi DeepSeek yang lebih baik, versi Gemini 3 lebih baik, versi OpenAI yang lebih mungkin?" tanya Gita saat acara tersebut, di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Franky menjawab cukup realistis jika Indonesia tertinggal dari segi waktu untuk pengembangan AI dan talenta.
"Saya tidak meremehkan Indonesia, namun dari segi waktu kita agak terlambat," jelasnya.
- Satu Dunia Nyaris Ambruk, Peneliti Google Ungkap Fakta Mengerikan
- Kelakuan Manusia 'Paling Budak' AI Diungkap, Bos ChatGPT Sampai Malu
Talenta jadi hal penting dalam pembangunan teknologi AI. Namun orang-orang jenius yang ada di luar semua butuh banyak dukungan, baik dari segi uang maupun pemerintah.
Sinarmas sendiri menganggap talenta jadi aset paling penting dalam perusahaan. Para talenta itu berasal dari lokal maupun global yang bisa menjadi mentor untuk generasi muda Indonesia.
Disinggung soal penggunaan talenta global, Franky mengatakan itu kembali pada tujuan bisnisnya. Yakni keuntungan apa yang bisa diambil dari teknologi yang dibuat.
"Tujuan saya adalah melihat bisnis saya. Keuntungan apa yang bisa saya ambil dari teknologi itu? Saya di sini bukan untuk membuat AI demi AI itu sendiri. Saya tidak ingin menjadi DeepSeek lainnya, dan saya rasa saya tidak mampu. Jadi, bagaimana kita bisa mendapatkan keuntungan dari sini?" dia menuturkan.
Lebih lanjut, dia juga mencontohkan China terkait pengembangan AI. Negara itu dinilai tertinggal dalam sejumlah teknologi karena pembatasan yang dilakukan Amerika Serikat (AS).
Namun di sisi lain, pengaplikasan teknologi China jauh lebih maju. Baik dari jumlah orang dan dukungan pemerintah.
"Saya harap semoga Indonesia bisa mengadopsi hal tersebut, dan mengambil manfaat daripada menciptakan sesuatu yang spesifik," jelasnya.
(dem/dem) Add as a preferred
source on Google



