Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta warga ikut mengawasi penerapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Tak hanya itu pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi alias KDM juga meminta masyarakat agar berani melaporkan jika mendapati kecurangan dalam proses penerimaan murid baru.
Namun, KDM menekankan warga harus menyertakan bukti dan data dalam laporan mengenai dugaan pelanggaran ketentuan mengenai penerimaan murid baru supaya pemerintah daerah dan aparat penegak hukum bisa segera melakukan pemeriksaan.
Hal itu disampaikan langsung oleh KDM di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat di Bandung, Selasa (9/6/2026).
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @dedimulyadi71 /TikTok @simidun25
"Di mana? Sebutin. Jangan isu, silakan sebutin. Siapa yang jual beli sebutin namanya, siapa gurunya, siapa pejabatnya, sebutin. Laporin aja. Ya laporin, proses hukum," katanya.
KDM menyampaikan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan dibutuhkan untuk mewujudkan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru secara obyektif, adil, dan transparan.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menindak pelanggar aturan mengenai penerimaan peserta didik baru.
KDM juga menegaskan bahwa SPMB 2026 telah dirancang untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya kecurangan dalam penerimaan peserta didik baru.
Menanggapi dugaan praktik curang dalam penerimaan murid sekolah negeri, dia mengatakan bahwa pemerintah berusaha memastikan SPMB dijalankan secara obyektif dan transparan.
"Sudah jelas, anak pejabat saja banyak yang tidak lulus," katanya. (ant)




