WASHINGTON, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengancam akan menarik dana Iran yang dibekukan di bank-bank asing.
Dia menyebut AS bisa mengalihkan dana tersebut untuk membayar kerugian perang yang dialami negara-negara Arab sekutu Washington di Teluk Persia.
Hal ini disampaikan Bessent seiring eskalasi perang AS di Iran yang semakin meruncing belakangan ini. Militer AS diketahui kembali menyerang sejumlah lokasi di Iran pada Kamis (11/6/2026).
Iran kemudian membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania. Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC) juga mengumumkan penutupan penuh Selat Hormuz.
"Setiap kerusakan yang dialami sekutu-sekutu kami di Teluk (Persia) akan dibayar dengan uang yang diambil dari rekening-rekening Iran," kata Bessent dalam unggahan di media sosial X, Kamis.
Baca Juga: Trump Ungkap AS Akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Lebih lanjut, dia mengancam akan merespons pungutan yang diterapkan Iran di Selat Hormuz. Menurutnya, AS akan mengurangi isi rekening Iran setiap kali pungutan dibayarkan.
"Setiap serangan yang diluncurkan Iran hanya akan memperburuk konsekuensi ekonomi dan finansial yang mereka hadapi," kata Bessent.
Di lain sisi, Presiden AS Donald Trump mengancam akan meluncurkan serangan babak kedua ke Iran. Ancaman ini dilontarkan Trump mealui unggahan di media sosial Truth Social, Kamis pagi waktu AS.
Sebelumnya, Trump mengancam Iran akan "membayar" karena perundingan kedua negara tak kunjung memuahkan hasil. Dia juga bersikeras AS berhak membalas usai menuduh Iran menjatuhkan helikopter Apache AS di Selat Hormuz.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : The Associated Press
- perang iran
- iran
- as ancam iran
- as serang iran
- Scott Bessent
- Donald Trump





