Rupiah Dibuka Naik ke Rp17.937/USD Pagi Ini

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami penguatan. Rupiah menguat saat dolar AS melemah usai kesepakatan damai AS-Iran yang telah tercapai.

Mengutip data Bloomberg, Jumat, 12 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.937 per USD. Mata uang Garuda tersebut naik 51 poin atau setara 0,29 persen dari Rp17.988 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.975 per USD. Rupiah bergerak menguat dua poin atau 0,01 persen dari Rp17.977 per USD pada pembukaan perdagangan kemarin.

Baca Juga :

Dolar AS Melemah di Tengah Harapan Kesepakatan AS dan Iran
 


(Ilustrasi. Foto: Dok MI) Rupiah masih fluktuatif cenderung melemah Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada perdagangan Jumat ini akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan kembali melemah. Mata uang rupiah bergerak di rentang Rp17.980 per USD hingga Rp18.030 per USD.

Ibrahim mengungkapkan, pergerakan kurs rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh sentimen komando militer gabungan tertinggi Iran yang mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada Kamis, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial, dengan mengatakan setiap kapal yang mencoba melewatinya akan ditembak.

"Blokade Iran selama berbulan-bulan terhadap selat tersebut, yang biasanya dilalui seperlima dari pengiriman minyak dan gas global, telah membuat harga minyak tetap tinggi," ungkap Ibrahim.

Namun, militer AS mengatakan kapal komersial terus melintas masuk dan keluar dari selat tersebut. Mereka juga mengatakan tidak ada kapal perang AS yang terkena serangan di selat tersebut, setelah media pemerintah Iran melaporkan kapal-kapal AS di dekat jalur air tersebut menjadi sasaran rudal dan drone.

Selain itu, data menunjukkan harga konsumen AS naik 4,2 persen (yoy) pada Mei dibandingkan tahun sebelumnya, laju tercepat dalam tiga tahun, sebagian besar didorong oleh biaya energi yang lebih tinggi.

Di sisi lain, Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memproyeksikan defisit APBN 2026 Indonesia akan melebar hingga menyentuh batas aturan fiskal, yaitu tiga persen berdasarkan produk domestik bruto (PDB). Estimasi defisit fiskal itu lebih tinggi dibandingkan dengan target awal pemerintah.

Dalam asumsi APBN 2026, defisit dipatok di level 2,7 persen dari PDB. Angka proyeksi defisit 3,0 persen pada 2026 ini juga tercatat meningkat dibandingkan dengan realisasi defisit pada 2025 yang berada di level 2,9 persen dari PDB. Adapun, pelebaran defisit ini utamanya dipicu oleh tekanan harga komoditas global. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
6 Tahanan Kejari Pekanbaru Kabur saat Hendak Jalani Sidang
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Tak Gentar Meski Dihantam Fitnah, Raffi Ahmad akan Tetap Jalankan Amanah Jadi Utusan Khusus Presiden
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Kita Terlalu Sibuk Mencari Orang Hebat
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Kejagung Geledah Enam Lokasi Terkait Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Kenapa Gen Z Lebih Pilih Healing daripada Nabung? Ini Kata teman kumparan
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.