Status Siaga, Puncak Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Hingga 2 Km

okezone.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Gunung Merapi di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah terpantau meluncurkan awan panas guguran pada Jumat (12/6/2026) pagi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat awan panas terjadi pukul 06.16 WIB dengan jarak luncur mencapai 2.000 meter ke arah barat daya atau berhulu ke Kali Sat dan Kali Putih.

"Estimasi jarak luncur 2.000 meter dengan amplitudo maksimum 57,72 mm, durasi 118,73 detik, mengarah ke barat daya (hulu Kali Sat dan Kali Putih)," kata BPPTKG dalam keterangannya.

Selain awan panas guguran, aktivitas Merapi juga masih ditandai dengan guguran lava. Dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, petugas mengamati 10 kali guguran lava ke arah Kali Boyong dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter.

Baca Juga :
Breaking News! Gunung Merapi Meletus, Awan Panas Guguran Meluncur Sejauh 2.000 Meter

Data kegempaan menunjukkan aktivitas Merapi masih cukup tinggi. Tercatat 49 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-40 milimeter dan durasi 24,89-193,83 detik. Selain itu, terjadi 31 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2-35 milimeter dan satu kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 50 milimeter.

Secara visual, puncak Merapi tertutup kabut dengan cuaca berawan. Asap kawah tidak teramati selama periode pengamatan.

Hingga saat ini status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.

Baca Juga :
Gunung Merapi Meletus Luncurkan Awan Panas Guguran

BPPTKG menyatakan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Resmi Tutup Selat Hormuz Sampai Waktu yang Belum Ditentukan
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Petugas Kebersihan Puskesmas di Lutim Ditemukan Tewas di Sawah, Diduga Dibunuh
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Manfaatkan Insentif PPN, HBAT Bidik Peluang Pertumbuhan Hunian Rumah Tapak
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Soal Harga Pertamax Naik, Bahlil: Itu Menyesuaikan Pasar
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
BI Proyeksikan Penjualan Eceran Masih Lesu pada Mei 2026
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.