HBKB Rasuna Said Tekan Polusi, Kualitas Udara Jakarta Meningkat

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menggelar Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan H.R. Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Minggu (7/6). Selain menambah pilihan ruang olahraga warga, kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menekan emisi kendaraan bermotor.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan sektor transportasi masih menjadi salah satu penyumbang pencemaran udara di Jakarta. Karena itu, pengurangan penggunaan kendaraan pribadi terus didorong, salah satunya melalui pelaksanaan HBKB.

"HBKB di Rasuna Said dan kawasan Sudirman-Thamrin menjadi bagian dari upaya mengurangi emisi kendaraan bermotor sekaligus mendorong masyarakat beralih ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan," ujar Dudi, dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6).

Foto: dok. Pemprov DKI Jakarta

Dudi menjelaskan, kualitas udara Jakarta dalam beberapa waktu terakhir sempat berada pada kategori sedang hingga tidak sehat. Namun, data pemantauan saat HBKB Minggu (7/6) menunjukkan adanya penurunan konsentrasi PM2.5 di sejumlah titik.

Di kawasan Bundaran HI, konsentrasi PM2.5 sempat mencapai 86,15 mikrogram per meter kubik pada pukul 03.00 WIB. Angka itu kemudian turun bertahap selama pelaksanaan HBKB hingga sekitar 60,30 mikrogram per meter kubik pada pukul 09.00-10.00 WIB.

Penurunan juga terpantau di SPKU Mobile Rasuna Said. Konsentrasi PM2.5 turun dari 76,10 mikrogram per meter kubik pada pukul 03.00 WIB menjadi kisaran 54,9-55,5 mikrogram per meter kubik pada pukul 06.00-09.00 WIB.

Menurut Dudi, penurunan tersebut mengindikasikan berkurangnya aktivitas kendaraan bermotor berdampak terhadap kualitas udara di kawasan pusat kota.

"Perubahan pola mobilitas masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk memperbaiki kualitas udara Jakarta," tuturnya.

Ia mengajak warga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum, berjalan kaki, atau bersepeda.

Masyarakat juga dapat memantau kualitas udara melalui situs udara.jakarta.go.id dan aplikasi JAKI. Data kualitas udara pada platform tersebut berasal dari 114 stasiun pemantau, baik stasiun referensi maupun sensor yang telah memenuhi standar ilmiah.

"Penempatan alat pemantau juga dilakukan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), sehingga data yang disajikan dapat menjadi rujukan bagi masyarakat untuk memantau kondisi udara secara akurat dan terpercaya," papar Dudi.

Jadi Alternatif Selain Sudirman-Thamrin

Foto: dok. Pemprov DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pelaksanaan HBKB di Rasuna Said mendapat sambutan positif dari masyarakat. Menurut dia, kawasan Kuningan memiliki potensi menjadi titik baru aktivitas warga karena strategis, mudah diakses transportasi publik, dan memiliki lingkungan yang mendukung.

"Sebagian besar, hampir 95 hingga 96 persen masyarakat yang saya temui mengharapkan Car Free Day ini menjadi kegiatan yang berkelanjutan," ungkapnya.

Pramono menilai CFD Rasuna Said dapat menjadi alternatif bagi warga selain kawasan Sudirman-Thamrin. Ruang itu tidak hanya digunakan untuk berjalan kaki, berlari, dan bersepeda, tetapi juga menjadi tempat warga berinteraksi.

"Saya melihat potensi yang ada di Kuningan ini. Dilihat dari pemandangannya, udaranya, dan aksesnya, saya yakin ini akan menjadi landmark baru Car Free Day di Jakarta," kata Pramono.

"Tempat ini akan menjadi pilihan masyarakat untuk berolahraga, bersilaturahmi, dan menikmati ruang publik yang lebih nyaman," sambungnya.

Selain mendorong gaya hidup sehat, Pemprov DKI memanfaatkan HBKB Rasuna Said untuk memperkuat kampanye pilah sampah dari sumber. Salah satu kegiatannya adalah Parade Pilah Sampah sepanjang 1,8 kilometer di kawasan Epicentrum Rasuna Said.

Kegiatan tersebut melibatkan komunitas lingkungan, pelaku UMKM, BUMD, dan masyarakat. Pemprov DKI juga menyiapkan 30 tempat sampah terpilah, dua truk sampah anorganik, sarana penimbangan sampah, serta petugas kebersihan di sejumlah titik.

Pramono mengatakan pilah sampah harus menjadi kebiasaan warga, bukan sekadar respons terhadap kebijakan pemerintah.

"Apa yang ingin kami lakukan adalah menjadikan pilah sampah sebagai perilaku sehari-hari masyarakat. Bukan hanya karena ada Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026, tetapi memang menjadi gerakan bersama," tegasnya.

Warga Minta Diperbanyak

Warga menyambut positif kehadiran CFD di Rasuna Said. Dhafin Armia, warga Jakarta Selatan, mengatakan lokasi baru itu memberi pilihan bagi masyarakat yang ingin berolahraga pada akhir pekan.

"Banyakin tempat buat masyarakatnya bisa olahraga. Kayak yang di daerah Barito tuh, saya lihat juga baru dibuat Taman Bendera Pusaka. Nah, kalau bisa dibuat beberapa tempat lagi," ujar Dhafin kepada detikcom.

Warga Karet Kuningan, Hendri, juga mengaku senang karena kini memiliki lokasi CFD yang lebih dekat dari rumahnya.

"Senang banget, soalnya ini kan kebetulan rumah dekat sini. Alangkah baiknya setiap seminggu sekali diadain, soalnya biar sekalian ada hiburan sekalian olahraga," kata Hendri.

Menurut dia, CFD Rasuna Said menjadi alternatif agar warga tidak selalu menuju kawasan Sudirman-Thamrin atau Bundaran HI.

"Jadi alternatif. Di Sudirman ada, Antasari-Blok M ada, di sini ada, di Sunter ada. Kita nyari yang dekat dong," ucapnya.

Ia menilai CFD juga memberi jeda bagi kawasan Rasuna Said yang setiap hari padat kendaraan.

"Mendukung sekali. Setiap hari dilalui asap kendaraan di sini sama hutan beton. Kalau tiap minggu di sini, sirkulasi udara jadi bagus," tutur Hendri.




(prf/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Disway Top Regional Leader Awards 2026: Bupati Tegal Genjot Modernisasi Pertanian
• 1 jam laludisway.id
thumb
Polisi Periksa Praz Teguh-Paula Verhoeven, Dalami Endorse Umrah Hanania Travel
• 20 jam laludetik.com
thumb
Sinopsis ASMARA GEN Z SCTV Episode 569, Hari Ini Kamis 11 Juni 2026: Aqeela Bongkar Rahasia Fattah, Danuel Tiba-Tiba Muncul 
• 19 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Gegara Saran Lembaga Ini, Presiden RI Naikkan Harga BBM
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Cetak Dua Sejarah setelah Tekuk Afrika Selatan 2-0
• 8 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.