JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), Yatalathof Ma’shum Imawan mengatakan akan ada sekitar 3000 orang yang mengikuti aksi unjuk rasa mengkritik kebijakan pemerintah Prabowo Subianto.
Hal tersebut disampaikan Yatalathof Ma’shum Imawan dalam program Sapa Indonesai Pagi Kompas TV, Jumat (12/6/2026).
“Kalau dari UI sendiri sama internal kita ada 1.000 dan gabungan dengan BEM lain kita bisa mencapai 3 ribu,” ucap Althof.
Althof menuturkan, massa aksi dari UI akan berangkat sekitar pukul 10.00 WIB menggunakan angkutan umum.
Selain UI, Althof menyampaikan bahwa Universitas Pancasila juga turut mengambil peran dalam aksi hari ini.
Baca Juga: Mahasiswa Unjuk Rasa Kebijakan Pemerintah, Feri Amsari: Ini adalah Peringatan kepada Negara
“Untuk berangkatnya kita nanti akan dari UI pukul 10 pagi, nanti kita akan naik Kopaja bersama juga dengan BEM Universitas Pancasila, BEM PNJ (Politeknik Negeri Jakarta) serta ada Kawan-kawan BEM lain yang bergerak sendiri ada ITB, dan nanti kemungkinan ada UIN untuk langsung ke Bundaran HI (Hotel Indonesia),” ungkap Althof.
“Perkiraan nanti akan sampai jam 11 sebelum Jumatan, nanti kita akan Jumatan dulu baru kita longmarch langsung ke Bundaran HI,” imbuhnya.
Menurut Althof, aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa hari ini adalah karena menganggap pernyataan pemerintah soal ekonomi tumbuh hanyalah di atas kertas.
“Tetapi di meja makan rakyat tidak ada yang berubah sama sekali, baik itu harga beras naik dan juga bahan pokok lainnya, lapangan kerja makin menyempit dan juga rakyat makin dihajar oleh pajak,” kata Althof.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- ketua bem ui
- bem ui
- unjuk rasa kebijakan pemerintah
- unjuk rasa pemerintahan prabowo
- prabowo subianto
- unjuk rasa mahasiwa





