Pyridam Farma (PYFA) Tunda Rights Issue, Ini Alasannya

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) memutuskan untuk menunda pelaksanaan right issue yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.

PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) memutuskan untuk menunda pelaksanaan right issue yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026. (Foto: Ist)

IDXChannel  - PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) memutuskan untuk menunda pelaksanaan right issue yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026. Langkah itu ditempuh di tengah kondisi pasar yang dinilai kurang kondusif.

Perseroan sebelumnya telah mengumumkan rencana untuk melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias rights issue jilid II. Aksi korporasi dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan dalam rangka pengembangan kegiatan usaha.

Baca Juga:
PYFA Umumkan Jadwal Rights Issue, Potensi Dilusi Tembus 45,69 Persen

Corporate Secretary PYFA, Herdiasti Anggitya Dwisani mengatakan, penundaan rights issue diambil karena kondisi pasar modal yang tidak kondusif.

"Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi pasar modal dan makroekonomi terkini yang dinilai belum kondusif untuk mendukung pelaksanaan PMHMETD II," katanya dalam keterbukaan informasi, Jumat (12/6/2026).

Baca Juga:
Komisaris Utama Mundur, PYFA Umumkan Susunan Pengurus Baru saat RUPS

Meski begitu, dia memastikan perseroan akan terus memantau perkembangan kondisi pasar. Dengan kata lain, rights issue akan tetap dilaksanakan di waktu yang tepat setelah kondisi pasar lebih stabil dan kondusif.

Dalam prospektus yang terbit pada 27 April 2026, PYFA akan menerbitkan sebanyak-banyaknya  5,7 miliar saham baru dengan nominal Rp100. Kendati demikian, harga pelaksanaan dan jumlah saham pasti yang akan diterbitkan belum diumumkan.

Perseroan juga telah menetapkan rasio HMETD 1:1 di mana setiap pemegang saham PYFA yang memiliki satu saham akan memperoleh satu HMETD yang dapat ditebus sesuai dengan harga pelaksanaan. Setiap HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah (round down).

Bersamaan dengan rights issue tersebut, perseroan juga akan menerbitkan waran maksimal 3,75 miliar saham, setara 33,41 persen dari total modal disetor dan ditempatkan perseroan. Namun, rasio waran yang melekat dengan HMETD belum ditentukan, termasuk harga tebusnya.

Sebelumnya, perseroan juga telah mengumumkan seluruh jadwal pelaksanaan rights issue. Jadwal cum date atau batas akhir atas kepemilikan saham yang berhak mengikuti rights issue ditetapkan paling lambat 7 Juli 2026. Dengan begitu, HMETD ditargetkan bisa dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2026.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tegas! Gading Marten Bersaksi via Video Call: Kami Baru Tahu Nama Blueray Setelah Kasus Ini Ramai
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Editorial MI: Bahu Membahu Kuatkan Rupiah
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
20 Saham Pemberat IHSG Sepanjang Perdagangan Mei 2026, DSSA Masih Urutan Pertama
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Unilever Indonesia (UNVR) Berpeluang Diuntungkan dari Rencana Besar Induk Usaha
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Financial Survival For Young Generation
• 12 menit lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.