Rupiah Tinggalkan Level Rp18.000, BI Klaim Berkat Kenaikan Suku Bunga

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Jumat (12/6/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp17.950 per dolar AS. Posisi itu menguat 35,50 poin atau sekitar 0,21% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan kebijakan yang ditempuh bank sentral mulai menunjukkan hasil positif, rupiah berhasil menguat hingga kembali berada di bawah level Rp18.000 per dolar AS.

"Sejalan dengan perkembangan tersebut, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS terus mengalami penguatan dan kembali berada di bawah level Rp18.000 per dolar AS," kata Denny dalam keterangan resmi, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Denny menegaskan, Bank Indonesia juga akan terus mengoptimalkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui intervensi NDF di pasar offshore serta transaksi spot dan DNDF di pasar domestik secara konsisten dan terukur.

Di sisi lain, Denny menilai respons investor terhadap bauran kebijakan BI cukup positif. Pasca kenaikan BI Rate menjadi 5,50 persen, disertai penguatan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN), minat investor asing terhadap instrumen keuangan domestik mulai meningkat.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp18.058 Usai Bank Indonesia Naikan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50%

Baca Juga: Bank Indonesia Tiba-tiba Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50%

Hal ini tercermin dari meningkatnya aliran masuk modal asing ke instrumen SRBI pasca lelang SRBI pada 10 Juni 2026. Aliran masuk modal asing juga mulai kembali terjadi di pasar SBN, terutama pada tenor pendek dan menengah.

"Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta menjaga daya tarik instrumen keuangan domestik guna mendukung aliran masuk modal asing," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Status Siaga, Puncak Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Hingga 2 Km
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Kata Asisten soal Kondisi Komedian Bolot saat Terkena Serangan Jantung
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Bakal Ada Insentif Imbas Kenaikan Pertamax? Ini Penjelasan Bahlil
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Dulu Cuma Foto, Saputra Kori Kini Akting Bareng Amanda Manopo di Jangan Buang Ibu
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Keluarga Gelar Yasinan di Rumah yang Terbakar Misterius di Sleman
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.