Walahar, Jatiluhur, Garut/Cibatuan, dan Bandung Raya melayani 8,43 juta pelanggan Januari hingga Mei 2026
Jakarta (ANTARA) - Ada perjalanan yang jaraknya tidak terlalu jauh, namun menentukan banyak hal dalam kehidupan sehari-hari. Perjalanan menuju tempat kerja, kampus, sekolah, pasar, rumah sakit, hingga pusat layanan publik menjadi bagian dari rutinitas jutaan masyarakat setiap hari. Di Jawa Barat, kebutuhan tersebut ditopang oleh layanan KA Lokal yang terus berkembang dan semakin dekat dengan aktivitas masyarakat.
Peran itu tergambar dari pertumbuhan jumlah pelanggan yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data KAI, layanan KA Lokal yang meliputi Walahar, Jatiluhur, Garut/Cibatuan, dan Bandung Raya melayani 11.150.189 pelanggan pada 2022. Jumlah tersebut meningkat menjadi 14.721.896 pelanggan pada 2023, kemudian 16.159.460 pelanggan pada 2024, dan mencapai 18.727.225 pelanggan pada 2025. Dalam tiga tahun, jumlah pelanggan bertambah 7.577.036 pelanggan atau tumbuh 67,95 persen.
Pertumbuhan tersebut berlanjut pada tahun ini. Januari hingga Mei 2026, layanan KA Lokal di Jawa Barat telah melayani 8.425.230 pelanggan. Angka tersebut meningkat 103,66 persen dibanding periode yang sama tahun 2022 yang tercatat sebanyak 4.136.904 pelanggan. Kenaikan ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang menjadikan kereta api sebagai pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan bahwa KA Lokal memiliki posisi penting dalam mendukung aktivitas masyarakat karena melayani perjalanan yang berlangsung setiap hari dengan frekuensi tinggi dan tarif yang terjangkau.
“Bagi banyak pelanggan, KA Lokal menjadi bagian dari rutinitas produktif mereka. Kereta api membantu masyarakat menjangkau tempat kerja, sekolah, pusat perdagangan, maupun layanan publik dengan waktu perjalanan yang lebih terukur dan biaya transportasi yang efisien,” ujar Anne.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, KA Lokal Bandung Raya menjadi layanan dengan volume pelanggan terbesar, yaitu 4.724.036 pelanggan. Tingginya angka tersebut menunjukkan peran Bandung Raya sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat di kawasan Bandung dan sekitarnya. Layanan ini mendukung pergerakan masyarakat yang setiap hari beraktivitas di kawasan perkotaan dengan tingkat mobilitas yang terus meningkat.
Sementara itu, KA Lokal Walahar melayani 1.807.649 pelanggan hingga Mei 2026. Dibanding periode yang sama tahun 2022 sebanyak 691.782 pelanggan, volume pelanggan Walahar meningkat 161,29 persen. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi rel yang menghubungkan kawasan permukiman dan pusat aktivitas ekonomi di wilayah Karawang, Cikarang, hingga Purwakarta.
Layanan KA Garut/Cibatuan juga menunjukkan perkembangan yang konsisten. Hingga Mei 2026, layanan ini melayani 1.317.737 pelanggan, meningkat dari 615.111 pelanggan pada Januari–Mei 2022 atau tumbuh 114,23 persen. Pertumbuhan tersebut menjadi gambaran semakin besarnya peran kereta api dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Priangan Timur sekaligus memperluas akses menuju pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pariwisata.
Adapun KA Lokal Jatiluhur mencatat pertumbuhan tertinggi. Pada Januari–Mei 2022, layanan ini melayani 67.843 pelanggan, sedangkan pada Januari–Mei 2026 jumlahnya mencapai 575.808 pelanggan. Dengan pertumbuhan 748,74 persen, Jatiluhur menjadi salah satu contoh bagaimana layanan kereta api dapat membuka akses mobilitas yang lebih luas bagi masyarakat dan mendorong peningkatan penggunaan transportasi publik berbasis rel.
Anne menambahkan bahwa manfaat KA Lokal tidak berhenti pada perpindahan orang dari satu tempat ke tempat lain. Kehadiran layanan ini turut membantu masyarakat menghemat biaya perjalanan, memperluas akses terhadap peluang kerja dan pendidikan, serta mendukung aktivitas ekonomi di berbagai daerah yang dilalui jalur kereta api.
“Pertumbuhan pelanggan menunjukkan bahwa masyarakat semakin merasakan manfaat kereta api dalam kehidupan sehari-hari. KAI akan terus menjaga keandalan layanan KA Lokal agar manfaat tersebut dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di berbagai wilayah Jawa Barat,” tutup Anne.
Jakarta (ANTARA) - Ada perjalanan yang jaraknya tidak terlalu jauh, namun menentukan banyak hal dalam kehidupan sehari-hari. Perjalanan menuju tempat kerja, kampus, sekolah, pasar, rumah sakit, hingga pusat layanan publik menjadi bagian dari rutinitas jutaan masyarakat setiap hari. Di Jawa Barat, kebutuhan tersebut ditopang oleh layanan KA Lokal yang terus berkembang dan semakin dekat dengan aktivitas masyarakat.
Peran itu tergambar dari pertumbuhan jumlah pelanggan yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data KAI, layanan KA Lokal yang meliputi Walahar, Jatiluhur, Garut/Cibatuan, dan Bandung Raya melayani 11.150.189 pelanggan pada 2022. Jumlah tersebut meningkat menjadi 14.721.896 pelanggan pada 2023, kemudian 16.159.460 pelanggan pada 2024, dan mencapai 18.727.225 pelanggan pada 2025. Dalam tiga tahun, jumlah pelanggan bertambah 7.577.036 pelanggan atau tumbuh 67,95 persen.
Pertumbuhan tersebut berlanjut pada tahun ini. Januari hingga Mei 2026, layanan KA Lokal di Jawa Barat telah melayani 8.425.230 pelanggan. Angka tersebut meningkat 103,66 persen dibanding periode yang sama tahun 2022 yang tercatat sebanyak 4.136.904 pelanggan. Kenaikan ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang menjadikan kereta api sebagai pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan bahwa KA Lokal memiliki posisi penting dalam mendukung aktivitas masyarakat karena melayani perjalanan yang berlangsung setiap hari dengan frekuensi tinggi dan tarif yang terjangkau.
“Bagi banyak pelanggan, KA Lokal menjadi bagian dari rutinitas produktif mereka. Kereta api membantu masyarakat menjangkau tempat kerja, sekolah, pusat perdagangan, maupun layanan publik dengan waktu perjalanan yang lebih terukur dan biaya transportasi yang efisien,” ujar Anne.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, KA Lokal Bandung Raya menjadi layanan dengan volume pelanggan terbesar, yaitu 4.724.036 pelanggan. Tingginya angka tersebut menunjukkan peran Bandung Raya sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat di kawasan Bandung dan sekitarnya. Layanan ini mendukung pergerakan masyarakat yang setiap hari beraktivitas di kawasan perkotaan dengan tingkat mobilitas yang terus meningkat.
Sementara itu, KA Lokal Walahar melayani 1.807.649 pelanggan hingga Mei 2026. Dibanding periode yang sama tahun 2022 sebanyak 691.782 pelanggan, volume pelanggan Walahar meningkat 161,29 persen. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi rel yang menghubungkan kawasan permukiman dan pusat aktivitas ekonomi di wilayah Karawang, Cikarang, hingga Purwakarta.
Layanan KA Garut/Cibatuan juga menunjukkan perkembangan yang konsisten. Hingga Mei 2026, layanan ini melayani 1.317.737 pelanggan, meningkat dari 615.111 pelanggan pada Januari–Mei 2022 atau tumbuh 114,23 persen. Pertumbuhan tersebut menjadi gambaran semakin besarnya peran kereta api dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Priangan Timur sekaligus memperluas akses menuju pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pariwisata.
Adapun KA Lokal Jatiluhur mencatat pertumbuhan tertinggi. Pada Januari–Mei 2022, layanan ini melayani 67.843 pelanggan, sedangkan pada Januari–Mei 2026 jumlahnya mencapai 575.808 pelanggan. Dengan pertumbuhan 748,74 persen, Jatiluhur menjadi salah satu contoh bagaimana layanan kereta api dapat membuka akses mobilitas yang lebih luas bagi masyarakat dan mendorong peningkatan penggunaan transportasi publik berbasis rel.
Anne menambahkan bahwa manfaat KA Lokal tidak berhenti pada perpindahan orang dari satu tempat ke tempat lain. Kehadiran layanan ini turut membantu masyarakat menghemat biaya perjalanan, memperluas akses terhadap peluang kerja dan pendidikan, serta mendukung aktivitas ekonomi di berbagai daerah yang dilalui jalur kereta api.
“Pertumbuhan pelanggan menunjukkan bahwa masyarakat semakin merasakan manfaat kereta api dalam kehidupan sehari-hari. KAI akan terus menjaga keandalan layanan KA Lokal agar manfaat tersebut dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di berbagai wilayah Jawa Barat,” tutup Anne.





