Tinggal Sejengkal ke 6.000, Siapa yang Sedang Angkat IHSG?

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Pengunjung mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melesat pada perdagangan Jumat (12/6/2026), melanjutkan reli tajam yang telah berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Hingga pukul 09.10 WIB, IHSG menguat 92,72 poin atau 1,58% ke level 5.978,76, bahkan sempat menyentuh level tertinggi intraday di 5.994,98.

Penguatan hari ini didorong oleh kombinasi sentimen teknikal dan arus beli pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), terutama sektor perbankan dan telekomunikasi.

Berdasarkan data Refinitiv, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi kontributor terbesar kenaikan indeks dengan sumbangan 11,7 poin. Disusul PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) sebesar 4,17 poin, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar 3,91 poin, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) sebesar 3 poin, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) sebesar 2,85 poin.


Selain itu, penguatan juga datang dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Astra International Tbk. (ASII), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), hingga PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN).

Di sisi lain, tekanan terhadap IHSG relatif terbatas. Saham PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) menjadi pemberat terbesar dengan kontribusi negatif 0,46 poin, diikuti PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB), PT Apollo Global Interactive Tbk. (AGII), dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP).

Baca: Jelang Akhir Pekan, Bursa Asia Mayoritas Hijau

Adapun secara teknikal, penguatan hari ini mempertegas upaya IHSG keluar dari fase tekanan yang terjadi sejak awal tahun. Pada grafik harian, indeks berhasil bertahan di atas area 5.950 yang kini menjadi support jangka pendek sekaligus bergerak di atas garis rata-rata pergerakan 20 hari.

Selain itu, pelaku pasar masih merespons positif berbagai langkah pemerintah dan otoritas yang bertujuan menjaga stabilitas pasar keuangan. Stabilitas nilai tukar biasanya menjadi katalis positif bagi saham-saham perbankan besar karena menurunkan kekhawatiran pasar terhadap volatilitas eksternal dan aliran modal asing.

Meski kenaikannya terlihat impresif, secara teknikal IHSG masih berada jauh di bawah puncaknya pada awal 2026 yang sempat menyentuh area 9.100-an. Dengan posisi saat ini di sekitar 5.980, indeks masih mencatat koreksi yang cukup dalam secara year-to-date.

Kendati demikian sejumlah sinyal patut dicermati, yakni big caps kembali menjadi motor penggerak pasar, saham bank besar memimpin kenaikan indeks, mayoritas saham di zona hijau, dan nilai transaksi terbilang besar.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Rupiah & IHSG Anjlok, Ini Instrumen Pilihan Manajer Investasi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Naik Jadi Rp 2.709.000 per Gram, Galeri24 Rp 2.663.000
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Wall Street Melonjak Usai Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Tercapai
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Imigrasi Bungo Tangkap WNA Tiongkok Nekat Kunjungi Teman Wanita
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
UMM Bangun Pabrik Infus di Karangploso Malang, Mulai Beroperasi 2027
• 14 jam laluberitajatim.com
thumb
Bekasi, Bogor, dan Denpasar Jadi Lokasi Awal Proyek Sampah Jadi Listrik
• 22 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.