INFOGRAFIK: Seberapa Gurih Bisnis Piala Dunia?

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) memperkirakan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 dapat menghasilkan dampak ekonomi hingga US$300,5 miliar dan menciptakan sekitar 824 ribu lapangan kerja.

Namun, FIFA juga mengestimasi Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai tuan rumah harus menggelontorkan sekitar US$14 miliar untuk biaya penyelenggaraan.

Klaim tersebut dipertanyakan oleh bank investasi asal Denmark, Saxo Bank. Salah satu alasannya adalah perubahan besar pada format turnamen tahun ini.

Jika sebelumnya Piala Dunia hanya diikuti 32 tim, edisi 2026 akan melibatkan 48 tim. Selain itu, untuk pertama kalinya turnamen ini digelar di tiga negara sekaligus.

Analis Investasi Saxo Bank, Dorian Anglada, menilai perubahan tersebut berpotensi meningkatkan biaya persiapan, terutama untuk pembangunan infrastruktur dan kebutuhan logistik.

Berdasarkan analisis Saxo Bank, realisasi biaya penyelenggaraan Piala Dunia kerap melampaui estimasi awal.

Pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, misalnya, biaya penyelenggaraan mencapai sekitar US$5 miliar, lebih tinggi dari estimasi US$3 miliar. Meski demikian, turnamen tersebut diperkirakan berkontribusi sekitar 0,5% terhadap PDB Afrika Selatan pada 2010.

Sementara itu, Piala Dunia 2022 di Qatar mencatat biaya hingga US$220 miliar, jauh di atas estimasi awal sebesar US$20 miliar. Pengeluaran tersebut disebut berkontribusi sekitar 1% terhadap PDB Qatar pada tahun yang sama.

Di sisi lain, Piala Dunia 2014 di Brasil menjadi contoh yang kurang menggembirakan. Biaya penyelenggaraan membengkak dari estimasi US$10 miliar menjadi sekitar US$15 miliar. Alih-alih mendorong pertumbuhan ekonomi, dampaknya terhadap PDB Brasil pada 2014 justru diperkirakan negatif sebesar 0,2%.

Menurut Saxo Bank, manfaat ekonomi Piala Dunia kemungkinan tidak sebesar yang digambarkan FIFA. Dorian menilai Kanada dan Meksiko berpeluang memperoleh dorongan ekonomi yang lebih terasa dibandingkan Amerika Serikat yang memiliki ukuran ekonomi jauh lebih besar. Manfaat tersebut juga diperkirakan terkonsentrasi pada sektor pariwisata, perjudian, dan media.

“Dalam konteks ini, Piala Dunia 2026 harus dipahami bukan sebagai pendorong transformasi ekonomi struktural, tetapi lebih sebagai pengalokasian aktivitas sementara, yang cakupan ekonominya sebenarnya sering kali lebih sederhana,” tulis Dorian 26 Mei lalu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejagung Tetapkan Tersangka dari Pihak Swasta dalam Kasus Korupsi MBG | SAPA PAGI
• 32 menit lalukompas.tv
thumb
Kejagung Beberkan Asal Uang Suap yang Diterima Tersangka Hery Susanto Terkait Kasus Korupsi Tata Kelola Nikel
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Ada Demo Mahasiswa di Bundaran HI, Pengendara Diminta Cari Jalan Alternatif
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Update Kondisi Terkini Sarwendah, Menghilang Usai Bikin Video Permintaan Maaf
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Kasus Umrah Hanania Group, Total Sudah 6 Publik Figur Digarap Polisi! Ini Daftarnya
• 13 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.