Tarif Transjabodetabek Bakal Naik Sesuai Kondisi Ekonomi, Pramono: yang Kaya Bayar Lebih Tinggi

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa rencana penyesuaian tarif Transjabodetabek tidak akan diberlakukan merata kepada seluruh pengguna. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan skema tarif yang mempertimbangkan kondisi ekonomi masing-masing penumpang.

Menurut Pramono, kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik akan membayar tarif lebih tinggi. Sebaliknya, warga yang membutuhkan bantuan akan tetap memperoleh subsidi dari pemerintah sehingga biaya transportasi tetap terjangkau.

Baca Juga :
Pramono Targetkan Transaksi di Jakarta Fair 2026 Tembus Rp8 Triliun
Resmi Dibuka, Kapan Mau ke Jakarta Fair? Catat Jadwal Ini

Ia bahkan membuka kemungkinan sejumlah kelompok masyarakat tertentu dapat menikmati layanan Transjabodetabek gratis.

Pramono mengatakan kebijakan tersebut dirancang untuk memastikan transportasi publik tetap dapat diakses seluruh lapisan masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih menjadi perhatian pemerintah.

Terkait isu yang berkembang mengenai tarif Transjabodetabek yang disebut akan naik hingga Rp10.000 sampai Rp15.000, Pramono menegaskan informasi tersebut tidak berlaku untuk seluruh layanan.

Ia menjelaskan bahwa besaran tarif yang lebih tinggi hanya dipertimbangkan untuk trayek dengan jarak perjalanan yang lebih panjang dan membutuhkan biaya operasional lebih besar dibandingkan rute reguler.

Beberapa jalur yang masuk dalam kajian antara lain layanan Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan Bandara Soekarno-Hatta serta wilayah Bogor.

Menurutnya, rute-rute tersebut memiliki karakteristik berbeda sehingga diperlukan penghitungan tarif yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional di lapangan.

“Tidak semua TransJabodetabek kenaikannya akan tinggi. Karena bagaimanapun, sebagai gubernur, saya juga mempertimbangkan kemampuan masyarakat dalam kondisi yang seperti ini,” ujar Pramono, dikutip Jumat 12 Juni 2026.

Pramono juga memastikan program subsidi transportasi gratis yang selama ini diberikan kepada 15 kelompok masyarakat tetap akan dipertahankan. Bahkan, pemerintah daerah sedang mempertimbangkan perluasan penerima manfaat agar lebih banyak warga yang dapat menikmati fasilitas tersebut.

Ia menilai kebijakan subsidi harus tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pemerintah.

“Yang paling penting bukan perubahan atau penyesuaian harga, tetapi membuat warga Jakarta lebih nyaman, lebih menikmati TransJabodetabek,” kata Pramono.

Saat ini, pembahasan mengenai tarif baru masih berlangsung di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Pemerintah berjanji akan segera menyampaikan keputusan final kepada masyarakat setelah seluruh kajian dan perhitungan selesai dilakukan.
 

Baca Juga :
BIGBANG Bakal Konser di JIS, Pramono: Monggo, Asal Tidak Merusak Rumput
Tarif Transjabodetabek Rp3.500 Dinilai Terlalu Murah, Benarkah Bakal Naik hingga Rp15.000?
Pramono Izinkan Fasilitas Pemprov Dipakai Nobar Piala Dunia: Asal Tak Ganggu Jam Kerja

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fenomena Baru Muncul di Kampus, Banyak Mahasiswa Tak Mampu Membaca
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kata-kata Berkelas Beckham Putra Usai Koleksi Gelar Bersama Persib dan Timnas
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Alasan Pertamina Kerek Harga Pertamax: Kondisi Global dan Harga Minyak Dunia
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
Persita Tangerang resmi umumkan berpisah dengan Bae Sin Yeong
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Thailand Berduka! Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun
• 54 menit lalukompas.tv
Berhasil disimpan.