Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) melakukan perombakan dewan pengurus dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Dalam rapat tersebut, perseroan menunjuk eks Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Sutarman sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen.
Komisaris Utama BUKA Adi Wardhana Sariaatmadja mengatakan, pengangkatan Sutarman sebagai Komisaris Independen sekaligus Komisaris Utama dinilai penting untuk menunjang faktor keamanan siber. Pasalnya, Bukalapak merupakan perusahaan yang menggunakan teknologi secara ekstensif.
Langkah ini menjadi sangat penting mengingat data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat kerugian akibat kejahatan siber mencapai Rp476 miliar sepanjang November 2024-Januari 2025, dengan lonjakan laporan penipuan digital hingga 1,2 juta kasus pada pertengahan tahun 2025.
"Dengan pengalaman dan kontribusi beliau yang luas, khususnya dalam bidang kepemimpinan, tata kelola, dan keamanan siber, kami berharap kehadiran beliau dapat semakin memperkuat fungsi pengawasan dan memberikan perspektif strategis bagi Perseroan dalam menghadapi perkembangan industri digital yang terus berkembang serta mendukung pertumbuhan Perseroan yang berkelanjutan," ujar Wardhana dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat, (12/6/2026).
RUPST juga menyetujui pengangkatan Natalia Firmansyah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama, menggantikan Willix Halim yang telah menyelesaikan masa tugasnya. Di saat yang sama, rapat juga menyetujui pengangkatan kembali Victor Putra Lesmana sebagai Direktur Perseroan.
Langkah ini diambil untuk memastikan keberlanjutan pelaksanaan strategi bisnis, operasional, dan tata kelola Perseroan yang baik (Good Corporate Governance). Natalia Firmansyah akan memimpin untuk sementara hingga pengangkatan Direktur Utama dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang berlaku serta rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan.
Seiring dengan pengangkatan ini, BUKA juga mengungkap bahwa Yenny Wahid telah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Komisaris Independen sekaligus ESG Ambassador Perseroan.
"Secara khusus, kami juga menyampaikan penghargaan kepada Ibu Yenny Wahid atas kontribusi, pandangan, dan arahan yang diberikan selama menjalankan tugas sebagai Komisaris Independen Perseroan. Melalui perannya dalam mendorong penerapan tata kelola perusahaan yang baik, penguatan fungsi nominasi dan remunerasi, serta dukungannya terhadap berbagai inisiatif keberlanjutan Perseroan," jelasnya.
Seiring pemberitaan, saham BUKA telah menguat 0,88% ke angka Rp115 per pukul 10.17 hari ini. Sementara kapitalisasi pasarnya mencapai Rp11,86 triliun.
(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google




