IRGC Soroti Tindakan Agresif dan Provokatif AS di WIlayah Maritim

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Teheran: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah menggagalkan upaya sebuah kapal tanker minyak yang mencoba melintas di Selat Hormuz.

Menurut IRGC alasan mereka lakukan penghentian, karena kapal masuk tanpa mematuhi arahan keamanan yang diberlakukan Teheran.

Baca Juga :

Garda Revolusi Iran Cegat Kapal Tanker Minyak di Selat Hormuz
Mengutip sumber keamanan Iran, kantor berita IRIB melaporkan pada Kamis, 11 Juni 2026 bahwa suara ledakan yang terdengar di Kabupaten Sirik berasal dari operasi Angkatan Laut IRGC terhadap kapal yang disebut melakukan pelanggaran di jalur pelayaran strategis tersebut.

“Insiden terjadi setelah apa yang disebut sebagai tindakan agresif dan provokasi maritim terbaru Amerika Serikat di wilayah pesisir selatan Iran pada malam sebelumnya,” ujar laporan sumber itu, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat 12 Juni 2026.

Sumber tersebut mengatakan Angkatan Laut IRGC telah memperketat pengawasan di Selat Hormuz dan berulang kali memperingatkan bahwa setiap pelayaran yang dianggap tidak aman atau tidak mendapatkan izin akan diperlakukan sebagai ancaman terhadap keamanan Iran dan stabilitas kawasan.

"Setelah tindakan kriminal militer teroris Amerika di pesisir selatan Iran, Angkatan Laut IRGC menutup Selat Hormuz bagi pelayaran yang tidak aman dan bersifat provokatif," kata sumber tersebut, dikutip dari Press TV, Jumat, 12 Juni 2026.

Ia menambahkan bahwa berbagai peringatan telah disampaikan kepada kapal-kapal yang berada di kawasan itu agar tidak mencoba melintasi selat tanpa mematuhi instruksi yang berlaku. Iran Klaim Kapal Akhirnya Mematuhi Perintah Menurut sumber keamanan tersebut, kapal yang terlibat dalam insiden terbaru merupakan kapal tanker minyak yang telah dikategorikan sebagai pelanggar ketertiban maritim.

Setelah menerima peringatan dari Angkatan Laut IRGC, kapal tersebut disebut menghentikan upaya pelayarannya dan mematuhi larangan transit yang diberlakukan Iran.

Sumber itu menegaskan bahwa IRGC akan mengambil tindakan tegas terhadap setiap kapal yang dianggap melanggar aturan, tanpa memandang jenis maupun kewarganegaraannya.

Ia juga memperingatkan para nakhoda dan operator kapal agar tidak terpengaruh oleh apa yang disebutnya sebagai jaminan atau provokasi dari Amerika Serikat, serta mematuhi instruksi yang dikeluarkan IRGC.

Menurut sumber tersebut, pasukan Iran saat ini terus melakukan patroli dan pengawasan intensif di Selat Hormuz.

"Pasukan kami saat ini melakukan operasi pengawasan dan patroli secara menyeluruh di Selat Hormuz. Setiap kapal yang mencoba melintasi jalur vital ini akan dihadapi secara tegas dan menentukan," katanya.

IRGC menyebut operasi tersebut menunjukkan tekad Iran untuk mempertahankan kendali atas Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan perkembangan situasi keamanan di kawasan Teluk.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenperin Perkuat Peran IKM agar Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik Nasional dan Tingkatkan TKDN
• 18 jam lalupantau.com
thumb
5 Ramalan Zodiak Hari Ini, Jumat 12 Juni 2026: Peluang Karier Datang, Cinta dan Keuangan Ada yang Jadi Sorotan!
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Vicky Prasetyo Kembali Dipolisikan, Ini Kasusnya
• 1 jam lalueranasional.com
thumb
Potret Puing Drone Iran Rusak Rumah di Bahrain, Anak-Anak Jadi Korban
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bank Dunia Kritik Subsidi BBM RI: Setengahnya Dinikmati 20% Orang Terkaya
• 1 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.