JAKARTA, KOMPAS.TV- Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Ma’shum Imawan menilai pemerintah dan DPR RI sudah menjadi satu bagian yang menyengsarakan rakyat.
Hal tersebut disampaikan Yatalathof Ma’shum Imawan terkait alasan mahasiswa menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia sebagaimana ditayangkan dalam program Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Jumat (12/6/2026).
“Kenapa kita aksinya di Bundaran HI, karena kita melihat eksekutif dan juga DPR sebagai legislatif itu sudah menjadi satu bagian yang menyengsarakan rakyat,” ucap Althof.
“Kita melihat, bahwa ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan yang amburadul yang mubazir secara anggaran, DPR tidak ada yang mengoreksi, DPR tidak ada mengawasi dan menginvestigasi begitu.”
Baca Juga: Pengamat Minta Pemerintah Respons Alarm Keras Mahasiswa: Jangan Abai, Eskalasi Bisa Meningkat
Oleh karena itu, kata Althof, ribuan mahasiswa dari berbagai kampus akan menggelar unjuk rasa di Bundaran HI.
“Karena kita ingin menyadarkan rakyat banyak dan juga memberi pesan kepada pemerintah bahwa, mereka itu jika tidak berubah akan membuat Indonesia menjadi bangkrut,” ujar Althof.
Sebagaimana diberitakan, ribuan mahasiswa dari berbagai universitas hari ini menggelar unjuk rasa mengkritik kebijakan dan kinerja pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Althof ada sekitar 3.000 orang yang mengikuti aksi unjuk rasa mengkritik kebijakan pemerintah Prabowo Subianto pada Jumat (11/6) siang ini.
“Kalau dari UI sendiri sama internal kita ada 1.000 dan gabungan dengan BEM lain kita bisa mencapai 3 ribu,” ucap Althof.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- bem ui
- bem universitas indonesa
- dpr
- pemerintah dpr sengsarakan rakyat
- yatalathof mashum imawan





