JAKARTA, DISWAY.ID – Belasan bus yang mengangkut para mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) siap mengepung Bundaran HI di Jakarta.
Tuntutan yang paling kencang disuarakan oleh para mahasiswa adalah hancurnya nilai Rupiah terhadap Dolar AS, Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sarat korupsi, dan harga Pertamax yang naik gila-gilaan.
Berikut momen momen keberangkatan mahasiswa sesuai pantauan Disway di kampus UI Depok.
BACA JUGA:15 Bus Mahasiswa BEM UI Geruduk Bundaran HI, Kepung Jakarta Bawa 5 Tuntutan untuk Prabowo
Mereka menegaskan di saat rakyat dicekik oleh pajak UMKM melalui PP 20/2026, pemerintah justru membatalkan royalti minerba untuk oligarki.
Di saat generasi muda melamar kerja tanpa kepastian, anggaran negara bocor ke program-program yang tak jelas hasilnya.
Di saat kampus seharusnya jadi ruang berpikir bebas, militerisme justru sengaja disusupkan ke dalamnya.
Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan menggelar briefing sebelum berangkat menuju Jakarta--Disway
“Kontrak sosial antara negara dan rakyat itu yang sedang dirobek, sedikit demi sedikit, hari demi hari. Semua itu lah yang membuat kami harus turun ke jalan!” jelasnya.
BACA JUGA:Tegas! BEM UI dan UIN Jakarta Demo DPR, Tagih Deadline Penuhi Tuntutan 17+8
Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan menggelar briefing sebelum berangkat menuju Jakarta--Disway
“Teruntuk warga di Jakarta utamanya di sekitaran Bundaran HI, kami ingin memohon maaf atas kemacetan dan ketidaknyamanan yang akan terjadi esok hari. Namun, kami ingin memberi pesan bahwa kemacetan lalu lintas esok hanya berlangsung beberapa jam. Di sisi lain, kemacetan mobilitas sosial, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan masa depan yang dipaksakan sistem ini kepada rakyat itu sudah jauh lebih lama berlangsung selama puluhan tahun dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti sendiri. Gangguan sementara ini adalah harga yang kami pilih bayar bersama, demi mencegah kerusakan yang jauh lebih besar,” lanjut BEM UI.
Atas segala permasalahan yang ada, rakyat Indonesia menyatakan muak dan menuntut
- 1
- 2
- »





