Harga Oli Terbang, Ternyata Sparepart Otomotif Juga Ikutan

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Harga oli motor meledak di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan harga oli yang belakangan dikeluhkan pemilik bengkel dan konsumen ternyata bukan satu-satunya realitas di lapangan. Industri suku cadang kendaraan juga mulai menghadapi tantangan serupa akibat pelemahan rupiah dan ketergantungan terhadap bahan baku impor.

"Ada beberapa, yang fast moving part seperti aki, filter, brake pad, mestinya kalau bahan bakunya impor pasti ada penyesuaian," ujar Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Alat-Alat Mobil dan Motor (GIAMM) Rachmat Basuki kepada CNBC Indonesia, Jumat (12/6/2026).

Baca: Harga Oli Motor Naik Gila-gilaan, Pemilik Bengkel dan Montir Teriak

Pernyataan tersebut muncul di tengah sorotan terhadap lonjakan harga oli yang terjadi di berbagai daerah. Sejumlah bengkel mengaku harga oli naik cukup tajam dalam beberapa bulan terakhir sehingga memaksa mereka menyesuaikan tarif kepada pelanggan.


Menurut pelaku industri, sparepart dan pelumas memiliki karakteristik yang berbeda. Tidak semua komponen mengalami tekanan biaya yang sama, tergantung sumber bahan baku dan struktur produksinya.

Rachmat menilai kondisi oli justru menghadapi tekanan yang lebih berat dibandingkan sebagian komponen otomotif lainnya. Selain terdampak pelemahan kurs, produk pelumas juga menghadapi persoalan pasokan bahan baku.

"Cuman kalau oli kan double impact. Selain bahan bakunya sekarang langka, juga rupiah melemah," katanya.

Sedangkan pelaku industri yang menyuplai suku cadang kepada pabrikan seperti anggota GIAMM masih memantau perkembangan situasi, baik kurs rupiah terhadap dolar AS. Jika terus menerus mengalami pelemahan, bukan tidak mungkin bakal melakukan penyesuaian harga.

Kondisi tersebut membuat pelaku usaha harus berhitung lebih cermat dalam menjaga margin usaha. Di sisi lain, mereka juga menghadapi tantangan menjaga daya beli masyarakat yang masih belum sepenuhnya pulih.

"Kalau di Industri sparepart kebanyakan suplai ke Industri kendaraan, jadi tidak otomatis bisa naik, tergantung dari perjanjiannya kapan review-nya, biasanya setiap 6 bulan sekali," sebut Rachmat.


(hoi/hoi) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Pengusaha ungkap daya beli warga RI di tengah ketidakpastian global

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Periksa Pendiri Indonesia Audit Watch Jadi Saksi Kasus Bea Cukai
• 56 menit lalukompas.com
thumb
Wamen LH Sebut Target NDC Sulit Tercapai Tanpa Pemilahan Sampah
• 36 menit lalurepublika.co.id
thumb
Australian Open 2026: Pelajari Permainan Lawan Bawa Ubed ke Semifinal
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Ribuan Game Populer Sedang Diskon Besar-besaran
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Harga BBM Naik, ESDM Siapkan Aturan Penggunaan BBM dari Sampah
• 2 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.