Jakarta, 8 Juni 2026 – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menggenjot likuiditas dan kualitas perdagangan saham melalui program Liquidity Provider (LP) Saham. Langkah strategis ini mulai menunjukkan hasil positif setelah dua anggota bursa, yakni PT Phintraco Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas, resmi menjalankan kuotasi LP Saham.
Pejabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa penambahan partisipasi anggota bursa ini menandakan meningkatnya minat pelaku industri terhadap program LP Saham.
“Hal ini menjadi komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas dan likuiditas perdagangan di Bursa,” ujar Jeffrey dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/6).
Phintraco Sekuritas Pionir, Mandiri Sekuritas Menyusul
PT Phintraco Sekuritas telah memulai kuotasi LP Saham sejak 20 April 2026, disusul PT Mandiri Sekuritas pada 4 Mei 2026. Ke depan, BEI berharap semakin banyak anggota bursa yang bergabung seiring meningkatnya pemahaman terhadap skema LP Saham.
Dalam kuotasi perdananya, Phintraco Sekuritas melayani lima saham, yaitu:
- PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
- PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
- PT Trans Power Marine Tbk (TPMA)
- PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU)
- PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS)
Hasilnya: Volume Transaksi Melonjak 25%–119%
BEI mencatat peningkatan signifikan pada rata-rata harian nilai transaksi saham-saham tersebut. Dalam periode satu minggu sebelum dan sesudah implementasi LP, kenaikan berkisar antara 25,98% hingga 119,44% .
“Hasil ini menunjukkan potensi LP Saham dalam meningkatkan aktivitas perdagangan dan likuiditas di pasar,” tambah Jeffrey.
Dengan likuiditas yang lebih baik, efisiensi perdagangan meningkat, dan kualitas pasar terus berkembang, BEI optimistis pasar modal Indonesia akan semakin menarik bagi investor.
Komitmen Phintraco: Siapkan Infrastruktur dan Manajemen Risiko
Direktur Utama Phintraco Sekuritas, Ferawati, menegaskan bahwa partisipasi perusahaannya merupakan bagian dari komitmen mengambil peran strategis dalam pendalaman pasar modal.
Ia mengungkapkan bahwa Phintraco telah mempersiapkan infrastruktur sistem, dealing team, serta framework manajemen risiko yang kuat.
“Aktivitas LP Saham tidak hanya berfokus pada penyediaan kuotasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun pasar yang lebih likuid, efisien, dan kredibel,” ujarnya.
Ferawati juga mengakui tantangan utama adalah menjaga konsistensi kuotasi di tengah volatilitas pasar. Namun, dengan disiplin trading, dukungan teknologi, dan pengelolaan risiko, prospek LP Saham di Indonesia dinilai cukup baik.
Kolaborasi Kunci Keberhasilan
Keberhasilan program LP Saham menurut Ferawati membutuhkan kolaborasi erat antara Bursa, anggota bursa, emiten, asosiasi, dan investor.
“Kami melihat efektivitas LP Saham membutuhkan kolaborasi yang kuat, khususnya dalam membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai fungsi strategis LP Saham,” pungkasnya.
Dengan inisiatif ini, BEI optimistis ekosistem investasi yang berkelanjutan di Indonesia akan semakin kokoh.





