Disdik Bandung Buka Kanal Aduan SPMB biar Ortu Siswa Tak Bingung

detik.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Bandung memasuki tahap I yakni jalur afirmasi dan prestasi telah dimulai. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung menyiapkan kanal aduan untuk membantu orang tua agar tak kebingungan saat anaknya mendaftar.

Dilansir detikJabar, hingga Kamis (11/6/2026), tercatat ada 17.843 calon peserta didik yang sudah mengikuti SPMB Kota Bandung. Tujuh kanal layanan informasi pun disiapkan, mulai dari posko terpadu, layanan WhatsApp, media sosial, chatbox, hingga layanan konsultasi di tingkat kewilayahan.

"Kami sengaja memperluas kanal layanan agar masyarakat lebih mudah mengakses informasi dan meminimalisasi miskomunikasi selama proses SPMB berlangsung. Jadi ketika ada kendala, masyarakat memiliki tempat untuk bertanya dan mendapatkan solusi," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, Jumat (12/6).

Baca juga: Disdik Bandung Buka Kanal Aduan Agar Warga Tak Kebingungan Daftar SPMB

Sepanjang pelaksanaan SPMB, tercatat 518 konsultasi ditangani Dinas Pendidikan, 124 konsultasi melalui Dinas Sosial, serta 895 layanan terkait administrasi kependudukan melalui Disdukcapil. Selain itu, tingkat penyelesaian pengaduan yang masuk melalui kanal resmi telah mencapai sekitar 71 persen.

"Yang terpenting masyarakat merasa terlayani dan mendapatkan informasi yang benar. Kami ingin memastikan setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses SPMB dengan baik," pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, orang tua siswa memenuhi Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk mengeluhkan berbagai persoalan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026. Kisruh PCMB itu berujung Kepala UPTD Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Disdik Jabar, Suhendar dicopot.

Dilansir detikJabar, hari terakhir PCMB dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 Jawa Barat diwarnai gelombang keluhan masyarakat. Sejak Senin (8/6/2026) siang, puluhan orang tua siswa mencari kejelasan terkait berbagai kendala teknis dalam proses pendaftaran.

Keluhan yang muncul cukup beragam, mulai dari akun calon murid yang tak kunjung terverifikasi hingga kebingungan peserta yang gagal lolos seleksi Sekolah Maung dan harus melanjutkan pendaftaran melalui jalur reguler.

Baca selengkapnya di sini




(lir/idh)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Zulhas Ungkap Anomali Jumlah Dapur MBG, Target Cuma 21 Ribu Tapi Realisasi di Lapangan Tembus 27.877
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Raffi Ahmad: Saya Sudah Berkomunikasi sama Istana dan Pak Dasco
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Militer AS Lumpuhkan 3 Kapal Tanker di Teluk Oman
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Obrolan Penting JK dan Prabowo saat Bertemu di Istana
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Survei Sun Life 2026: Biaya Hidup Naik, 80 Persen Masyarakat Terhimpit secara Finansial
• 2 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.