Komdigi Tegaskan Klaim Purbaya Laporkan Puan Terkait Korupsi Ratusan Triliun adalah Hoaks

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

KOMPAS.com - Dalam beberapa waktu terakhir, beredar unggahan di media sosial yang menarasikan Ketua DPR RI Puan Maharani dilaporkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terkait dugaan korupsi yang mencapai ratusan triliun.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan, klaim tersebut merupakan hoaks.

Dilansir dari laman komdigi.go.id, tidak ditemukan pernyataan dari pemerintah, aparat penegak hukum, maupun sumber kredibel yang menyebut Purbaya melaporkan Puan terkait dugaan korupsi dana sumber daya alam (SDA).

Komdigi menjelaskan, narasi yang beredar tidak sesuai dengan konteks informasi sebenarnya.

Klaim tersebut diketahui mengarah pada artikel mengenai laporan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dugaan korupsi sumber daya alam (SDA).

Artikel itu memuat laporan Walhi terkait 47 korporasi yang diduga terlibat korupsi SDA dengan potensi kerugian negara mencapai Rp 437 triliun. Namun, laporan tersebut tidak berkaitan dengan Puan ataupun Menkeu Purbaya.

Baca juga: KPK Ajak Kementerian Bersinergi Jerakan Pelaku Korupsi Lingkungan 

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain Komdigi, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kementerian Keuangan (PPID Kemenkeu) melalui akun Instagram resminya juga menepis kabar bahwa Menkeu Purbaya melaporkan Puan terkait klaim tersebut.

"Video yang beredar mengenai dugaan mega korupsi Rp 143 triliun yang selama ini sengaja disembunyikan akhirnya terbongkar oleh Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa, merupakan video hoaks," tulis PPID Kemenkeu, dilansir dari laman ppid.kemenkeu.go.id, Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Purbaya Sebut Dampak Kenaikan Harga Pertamax ke Inflasi Minim, Akui Ada yang Pindah ke Pertalite

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Khofifah Curhat DBHCHT Dipangkas Jadi 1 Persen: Petani Tembakau Kerja Keras, Bagi Hasilnya Menyusut
• 23 jam laludisway.id
thumb
Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik, Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Jumlah PNS & PPPK di Indonesia Capai 6,7 Juta, BKN Gencarkan Digitalisasi Manajemen ASN
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Samator Perkuat Nilai Pemegang Saham Lewat Pembagian Dividen Rp35 Miliar dan Pertumbuhan Berkelanjutan
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Distribusikan 500 Kaleng Daging Olahan ke Gaza, AMAL Kolaborasi dengan Geprek Sa’i dan Hajj Chicken
• 22 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.