JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Rerpublik Indonesia Prabowo Subianto mendapatkan sebuah surat sederhana dari para siswa SMK Negeri 1 Sorong, Papua Barat Daya.
Surat dari ujung timur Indonesia itu disampaikan melalui Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat bertemu Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
“Saya dapat titipan Pak Presiden dari murid di Sorong,” ujar Abdul Mu’ti dikutip dari rilis Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Baca juga: Mengapa JK dan Putranya Temui Prabowo?
Mu'ti kemudian mengambil sebuah surat dan menyerahkannya langsung kepada Presiden Prabowo.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa isi suratnya merupakan ungkapan terima kasih yang tulus dari para murid.
“Untuk Bapak, ucapan terima kasih. Ditulis dari hati,” kata Mu'ti lagi.
Baca juga: Proyek Mobil Nasional Prabowo: Di Atas Lahan 60 Hektar, Produksi 50.000 Unit per Tahun
Presiden Prabowo kemudian menerima surat tersebut sambil tersenyum gembira. Kepala Negara juga langsung membacanya dengan penuh perhatian hingga tuntas.
Abdul Mu’ti juga menyampaikan para siswa yang menulis surat itu telah merasakan cita-cita besar Presiden RI di sektor pendidikan Indonesia.
“Mereka itu seperti mimpi Bapak,” ucap Mu'ti.
Apa isi suratnya?
Dalam keterangan yang sama juga mengungkap isu surat yang ditulis para siswa SMK Negeri 1 Sorong.
Surat sederhana dari Sorong itu menjadi gambaran bagaimana pembangunan fasilitas pendidikan dan program pemenuhan gizi di sekolah dirasakan langsung oleh para pelajar.
Isi surat mencakup apresiasi atas berbagai bantuan yang telah mereka terima, mulai dari pembangunan perpustakaan, toilet sekolah, hingga pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kami siswa-siswi SMK Negeri 1 Sorong menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas bantuan pembangunan perpustakaan serta toilet dan juga makan bergizi gratis di sekolah kami,” tulis para siswa dalam selembar surat.
Baca juga: Mendikdasmen Ajak Prabowo Hadiri Wisuda 12.500 Guru yang Dapat Beasiswa S1
Bagi mereka, bantuan tersebut bukan sekadar pembangunan fasilitas fisik, melainkan dukungan nyata yang membuat proses belajar menjadi lebih baik.