Kenaikan BI Rate Direspons Positif, BI: Rupiah Terus Menguat

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami penguatan dan saat ini kembali berada di bawah level Rp18.000 per USD, pascakenaikan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,5 persen.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan, yakni kenaikan BI-Rate serta penguatan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).

“Hal ini tercermin dari meningkatnya aliran masuk modal asing ke instrumen SRBI pasca lelang SRBI pada 10 Juni 2026. Aliran masuk modal asing juga mulai kembali terjadi di pasar SBN, terutama pada tenor pendek dan menengah,” kata Ramdan dalam keterangan tertulis di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat, 12 Juni 2026.

Ramdan menambahkan bank sentral Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta menjaga daya tarik instrumen keuangan domestik guna mendukung aliran masuk modal asing.

Selain itu, BI juga akan terus mengoptimalkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri (offshore) serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik secara konsisten dan terukur.

Baca Juga :

Rupiah Dibuka Naik ke Rp17.937/USD Pagi Ini
 


(Ilustrasi. Foto: Dok MI) Respons pelemahan nilai tukar rupiah Pada Selasa, 9 Juni 2026, melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan, BI memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) sehingga kini berada pada level 5,5 persen.

Sejalan dengan itu, suku bunga deposit facility dan lending facility juga dinaikkan masing-masing sebesar 25 bps sehingga menjadi 4,50 persen dan 6,25 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah telah melebihi proyeksi bank sentral sehingga Dewan Gubernur BI melalui Rapat Mingguan pada Selasa memutuskan untuk menaikkan BI Rate.

BI juga mengumumkan langkah-langkah penguatan stabilisasi rupiah di antaranya kenaikan struktur suku bunga SRBI untuk seluruh tenor, pemberian insentif berupa penurunan tingkat swap lindung nilai bagi investor asing, pembukaan kembali window lelang instrumen repo bagi perbankan, serta peningkatan intensitas operasi moneter, baik rupiah maupun valas.

Adapun BI belum lama ini telah menaikkan BI Rate sebesar 50 bps pada RDG Bulanan pada 19-20 Mei 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Atmosfer Kompetisi Kian Terasa Jelang OWSC 2026, PB Akuatik Gelar Pertemuan dengan Koni Bali untuk Matangkan Persiapan
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Wall Street Dibuka Hijau, Investor Amati Data Inflasi Produsen AS
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Persis Pakai Jasa Mantan Analis Timnas Indonesia U-19 dan U-23, Punya Peran Strategis
• 9 jam lalubola.com
thumb
Polda Metro Jaya Bocorkan Alasan Utama Sterilisasi Bundaran HI dari Unjuk Rasa
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Anggota Komcad TNI Diadili dalam Kasus Jual Beli Senpi Ilegal
• 19 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.