TABLOIDBINTANG.COM - Ariana Grande melayangkan kritik terbuka kepada Gedung Putih setelah lagu miliknya yang dirilis pada 2024, "Bye", digunakan dalam unggahan TikTok yang menampilkan agen ICE (Imigrasi dan Bea Cukai AS) saat menangkap dan memborgol sejumlah orang.
Penyanyi berusia 32 tahun itu langsung memberikan komentar pada unggahan tersebut dan menegaskan sikapnya tanpa basa-basi.
"Tolong jangan pernah menggunakan musik saya yang dikaitkan dengan omong kosong yang barbar, tidak manusiawi, dan keji ini," tulis Grande, seperti dikutip Reuters.
Juru bicara Grande kemudian mengonfirmasi komentar tersebut kepada Variety. Ia menjelaskan bahwa komentar sang penyanyi "untuk alasan tertentu tidak terlihat secara publik" pada unggahan tersebut. Tim Grande juga disebut tengah berupaya agar audio lagunya dihapus dari video itu.
Namun, Gedung Putih tidak tinggal diam menghadapi kritik tersebut.
Juru bicara Gedung Putih, Abigail Jackson, mengeluarkan pernyataan balasan yang cukup keras.
"Kami akan mengatakannya sekali lagi: yang benar-benar barbar, tidak manusiawi, dan keji adalah para imigran ilegal kriminal yang telah melukai dan membunuh warga Amerika yang tidak bersalah," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih, Kush Desai, merespons langsung Grande dengan permainan kata yang merujuk pada judul-judul lagu sang bintang pop.
"Simpan saja air matamu, Ariana. Karena tindakan Presiden Trump telah mengakhiri krisis inflasi era Joe Biden dan membawa investasi baru senilai triliunan dolar," katanya.
Desai juga menambahkan sindiran lain dengan mengacu pada lagu "Just Like Magic".
"Dia bahkan menandatangani perintah eksekutif yang, seperti sihir, membuka jalan bagi FTC untuk menindak Ticketmaster (penyedia tiket konser) karena merugikan para penggemar Ariana Grande yang membeli tiket konser. Semoga lekas membaik, Ariana!"
Ini bukan pertama kalinya Grande secara terbuka menyuarakan kritik terhadap pemerintahan Trump.
Pada September 2025, pelantun "We Can't Be Friends" itu membagikan ulang unggahan Instagram yang mengkritik penggerebekan ICE, retorika transfobik, serta berbagai ancaman terhadap demokrasi. Unggahan tersebut awalnya ditulis oleh aktivis Matt Bernstein dan ditujukan kepada para pendukung presiden tersebut.
Grande sebelumnya juga secara terbuka mendukung kandidat Partai Demokrat, Kamala Harris, dalam pemilihan presiden AS 2024. Selain itu, ia pernah tampil di Gedung Putih pada masa pemerintahan Barack Obama pada 2014.
Saat ini, Ariana Grande tengah menjalani rangkaian tur Eternal Sunshine dan dijadwalkan tampil di Crypto.com Arena, Los Angeles, pada Sabtu mendatang.




