HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Bukan sekadar gol biasa yang dicetak Raul Jimenez di Piala Dunia 2026. Di balik selebrasi penuh emosi itu, tersimpan kisah kehilangan yang menyentuh hati.
Air mata sang striker mengalir di tengah sorak sorai puluhan ribu pendukung Meksiko. Momen tersebut menjadi simbol perjuangan panjang yang akhirnya berbuah kebangkitan.
Raul Jimenez menjadi salah satu sorotan utama saat Meksiko mengawali perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan atas Afrika Selatan.
Bermain di Stadion Azteca, Jumat (12/6) dini hari WIB, El Tri sukses menggebuk Afrika Selatan 2-0 pada laga pembuka turnamen.
Jimenez menyumbangkan gol kedua yang memastikan kemenangan tim tuan rumah. Gol itu lahir pada menit ke-67 melalui sundulan keras di depan gawang setelah menerima umpan silang akurat dari Roberto Alvarado.
Namun yang mencuri perhatian bukan hanya golnya, melainkan reaksi emosional sang penyerang sesaat setelah bola bersarang di gawang lawan.
Jimenez langsung berlari menuju sudut lapangan sambil berteriak meluapkan kegembiraan. Setelah itu, ia menghentikan langkahnya sejenak dan mengangkat kedua tangan ke arah langit.
Rekan-rekan setimnya berdatangan untuk ikut merayakan gol tersebut. Namun setelah kerumunan pemain menjauh, Jimenez kembali menatap ke atas langit dalam suasana yang begitu mengharukan.
Menurut laporan The Sun, selebrasi tersebut merupakan bentuk penghormatan Jimenez kepada sang ayah yang meninggal dunia pada Maret lalu.
Gol di Piala Dunia itu menjadi sangat spesial karena hadir setelah perjalanan hidup dan karier yang penuh cobaan.
Jimenez pernah berada di titik terendah ketika mengalami cedera kepala serius saat membela Wolves pada 2020. Dalam sebuah pertandingan Liga Inggris, ia terlibat benturan keras dengan David Luiz yang menyebabkan pendarahan otak.
Momen sulit tersebut terjadi tidak lama setelah dirinya kehilangan sang ayah. Dalam waktu berdekatan, Jimenez harus menghadapi dua ujian besar yang mengubah hidupnya.
Setelah cedera itu, performanya sempat mengalami penurunan drastis. Wolves kemudian memutuskan melepas sang striker karena tidak lagi mampu tampil konsisten seperti sebelumnya.
Meski begitu, Jimenez tidak menyerah. Ia perlahan bangkit dan menemukan kembali sentuhan terbaiknya setelah bergabung dengan Fulham.
Kini, di hadapan publik sendiri pada panggung terbesar sepak bola dunia, Jimenez kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu penyerang terbaik yang dimiliki Meksiko.
Gol ke gawang Afrika Selatan bukan hanya membantu timnya meraih kemenangan penting, tetapi juga menjadi penanda kebangkitan seorang pemain yang pernah berjuang melawan cedera berat dan kehilangan orang tercinta.
Secara statistik, gol tersebut turut memperkuat posisi Jimenez dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Meksiko.
Saat ini, penyerang berusia 35 tahun itu telah mengoleksi 46 gol untuk negaranya dan menempati posisi kedua dalam daftar sepanjang masa.
Ia hanya terpaut enam gol dari legenda Meksiko, Javier “Chicharito” Hernandez, yang masih memegang rekor dengan 52 gol.
Dengan performa yang terus menanjak dan Piala Dunia 2026 yang baru dimulai, peluang Jimenez untuk mendekati bahkan melampaui catatan Chicharito masih terbuka lebar.





