BEM UI Turun Aksi ke Bundaran HI: Kami Sudah Tidak Percaya Demo di DPR

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Mahasiswa menggelar aksi demo di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6), siang. Mereka tiba di lokasi dengan berjalan kaki mulai pukul 14.00 WIB. Sejumlah mahasiswa dari beragam kampus juga terus berdatangan secara bertahap. 

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Yatalathof Ma'shum, menilai pertumbuhan ekonomi yang disampaikan pemerintah belum dirasakan langsung oleh masyarakat. 

Menurutnya, kondisi tersebut terlihat dari kenaikan harga kebutuhan pokok, menyempitnya lapangan kerja, hingga meningkatnya beban pajak yang dirasakan rakyat.

Ia juga mengkritik pemerintah yang dinilai lebih fokus membangun citra ketimbang menyelesaikan persoalan mendasar masyarakat. Dalam pernyataannya, Athof menuding proyek-proyek pemerintah lebih banyak menguntungkan kelompok tertentu.

Pada kesempatan tersebut, Athof menjelaskan alasan demonstrasi digelar di kawasan Bundaran HI. Langkah ini cenderung berbeda dari giat aksi yang sebelumnya kerap berlangsung di depan Gedung DPR.

Ia mengatakan mahasiswa tidak lagi menaruh kepercayaan kepada DPR sebagai tempat menyampaikan aspirasi. Menurutnya, kondisi politik saat ini menunjukkan seluruh kekuatan politik di parlemen justru berkoalisi dan dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

"Karena kami sudah tidak percaya lagi untuk demo di sana, di DPR. Karena mereka sudah berkoalisi untuk menyesengsarakan rakyat," kata Athof. 

Ia juga menyinggung adanya dorongan agar aksi dipusatkan di DPR. Menurutnya, hal tersebut menjadi sesuatu yang janggal di tengah munculnya berbagai tuntutan masyarakat terhadap pemerintah dan parlemen.

"Kenapa kami punya tuntutan malah tiba-tiba dipaksa demo di DPR? Sejak kapan DPR ingin didemo? Itu hal yang aneh," ujar Athof. 

Melalui aksi di Bundaran HI, BEM UI berharap masyarakat lebih mengetahui kondisi yang mereka nilai tengah dihadapi rakyat saat ini.

Athof mengatakan demonstrasi tersebut bertujuan membangun kesadaran publik terkait persoalan ekonomi dan sosial yang terjadi dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. 

"Ini sudah bukan lagi masalah Anda pemilih 01, pemilih 02,  pemilih 03. Ini adalah Anda sebagai rakyat, entah ibu rumah tangga, pekerja atau pengangguran, atau mahasiswa. Kita sama-sama menderita," ujarnya.

BEM UI menyampaikan lima tuntutan dalam aksi demonstrasi yang digelar saat ini. Mereka mendesak pemerintah menghentikan pemborosan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). 

Selain itu, mereka juga meminta pemerintah menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Selain itu, BEM UI menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Mereka juga menyoroti meningkatnya keterlibatan militer di ranah sipil dan meminta praktik tersebut dihentikan.

Di sisi lain, BEM UI meminta Presiden Prabowo Subianto tidak menghindari kritik publik dan mengakui kesalahan pemerintah dalam berbagai persoalan yang dinilai berdampak pada masyarakat.

Sedangkan Pimpinan Pusat Front Mahasiswa Nasional (FMN) dalam rilis persnya pada Jumat (12/6), menuliskan aksi unjuk rasa dimulai pukul 13.00 WIB dengan long-march dari kawasqn Dukuh Atas. Aksi puncak direncanakan berlangsung di Bundaran HI. 

Dalam pernyataannya, FMN mendesak pemerintah menurunkan harga seluruh jenis bahan bakar minyak (BBM) serta menekan harga kebutuhan produksi dan kebutuhan hidup masyarakat.

Mereka juga menuntut penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Selain itu, FMN meminta pemerintah menghentikan pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan.

FMN turut menyoroti penempatan perwira aktif militer dan kepolisian, serta purnawirawan, di sejumlah jabatan sipil strategis. Mereka meminta praktik tersebut dihentikan. Organisasi tersebut mendesak aparat menindak para kapitalis birokrat yang dinilai terlibat korupsi.

FMN juga menyerukan penghentian berbagai bentuk tindakan yang dianggap merugikan rakyat, termasuk perampasan tanah dan penggusuran.

Situasi di Bundaran HI hingga pukul 14.45 WIB masih kondusif. Kawasan ini lebih banyak dipenuhi oleh aparat Kepolisian Brimob, tentara, dan awak media. Sementara massa aksi dari kalangan mahasiswa masih  belum menunjukkan jumlah signifikan. 

Hal ini karena akses mahasiswa memuju HI diblokade oleh aparat, khususnya di kawasan Semanggi dan Dukuh Atas. 

"Kami mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Menuju Indonesia Bangkrut ditahan dan mensapat represivitas oleh polisi. Kami juga dipaksa melakukan demonstrasi di DPR," ujar Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terkait Dugaan Penggelapan Dana Kompensasi Pembangunan Pabrik, Polisi Terus Selidiki Laporan Warga Waru Wetan
• 18 jam lalurealita.co
thumb
Pilah Sampah dari Rumah Dinilai Jadi Kunci Keberhasilan RDF
• 8 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Gol Menit Akhir Marcus Neil Hentikan Langkah Timnas Indonesia ke Final AFF U-19
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
DLHKP Kota Kediri Periksa 88 Armada Operasional, Pastikan Layanan Kebersihan Tetap Optimal
• 5 jam laluberitajatim.com
thumb
Demo di Bundaran HI, Mahasiswa Tuntut Pemerintah Dengarkan Keresahan Publik
• 5 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.