Kejar TKDN Lebih Tinggi, Kemenperin Genjot Keterlibatan IKM dalam Rantai Pasok Kendaraan Listrik Nasional

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia dengan mendorong keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) dalam rantai pasok nasional. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat transisi energi sekaligus meningkatkan penggunaan komponen lokal di industri kendaraan listrik.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pembangunan industri kendaraan listrik tidak cukup hanya mengandalkan investasi dari pelaku industri besar. Menurutnya, pelibatan IKM perlu diperluas agar manfaat pertumbuhan industri dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku usaha dalam negeri.

“Pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional harus mampu memberikan manfaat yang luas bagi industri dalam negeri. Karena itu, kami terus memperkuat kemitraan antara IKM komponen otomotif dengan pelaku industri kendaraan listrik agar semakin banyak produk dan komponen lokal yang dapat terserap dalam proses produksi kendaraan listrik di Indonesia,” ujar Agus di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Ia menambahkan, pertumbuhan industri kendaraan listrik perlu diimbangi dengan penguatan rantai pasok domestik. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekaligus memperkuat kemandirian industri nasional.

Sebagai implementasinya, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) mempertemukan Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan listrik dengan pelaku IKM komponen otomotif melalui kegiatan temu bisnis. Program tersebut mencakup sektor kendaraan listrik roda dua, roda tiga, roda empat, hingga bus dan truk listrik.

Melalui forum itu, para pelaku IKM mendapat kesempatan memahami kebutuhan industri, standar kualitas yang harus dipenuhi, hingga peluang pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar kendaraan listrik.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita mengatakan perkembangan industri kendaraan listrik membuka peluang besar bagi IKM nasional untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas pasar.

“Perkembangan industri kendaraan listrik yang sangat pesat ini harus dapat dimanfaatkan oleh IKM nasional. Oleh karena itu, Ditjen IKMA memfasilitasi pertemuan langsung antara pelaku IKM dan APM kendaraan listrik agar tercipta peluang kemitraan yang lebih konkret dan berkelanjutan,” kata Reni.

Baca Juga: Tantangan Besar Kemenperin: Target Industri Tumbuh 7,75%, Tapi Anggaran Justru Turun 19,5%

Prospek industri kendaraan listrik sendiri terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik berbasis baterai pada kuartal I 2026 mencapai 33.150 unit atau melonjak 95,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, hingga April 2026 populasi bus listrik telah mencapai 798 unit. Adapun populasi motor listrik pada Februari 2026 tercatat sebanyak 236.451 unit atau sekitar 65 persen dari total populasi kendaraan listrik nasional.

Pertumbuhan tersebut turut didukung oleh perluasan infrastruktur pengisian daya. Hingga April 2026, PT PLN (Persero) telah mengoperasikan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 3.097 titik di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan temu bisnis dibagi menjadi dua sektor utama. Untuk kendaraan listrik roda dua, kegiatan digelar di Kota Bekasi pada 7 Mei 2026 bekerja sama dengan PT Hartono Istana Teknologi (Polytron) dan diikuti 60 IKM komponen alat angkut.

Dari pertemuan tersebut, telah muncul penjajakan kerja sama antara Polytron dengan anggota Perkumpulan Industri Elektronik Logam dan Otomotif Tegal (PIELLOT), Perkumpulan Industri Kecil Menengah Komponen Otomotif (PIKKO), serta Asosiasi Pengusaha Engineering Karawang (APEK) untuk memasok berbagai komponen, mulai dari jok motor, housing plastik, mold and dies stamping, hingga komponen pendukung lainnya.

Selain itu, PT Pindad (Persero) juga melakukan diskusi lanjutan dengan sejumlah pelaku IKM komponen guna menjajaki peluang keterlibatan mereka dalam rantai pasok proyek mobil nasional.

Sementara untuk sektor kendaraan listrik roda empat atau lebih, temu bisnis digelar di Kabupaten Bekasi pada 22 Mei 2026 bekerja sama dengan PT SGMW Motor Indonesia dan PT VKTR Teknologi Mobilitas. Kegiatan tersebut mempertemukan sekitar 70 IKM komponen alat angkut dengan industri kendaraan listrik untuk menjajaki peluang penyediaan komponen lokal bagi mobil listrik, bus listrik, dan truk listrik.

Baca Juga: Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp1,59 Triliun untuk Perkuat Industri dan Hilirisasi

“Temu bisnis ini merupakan jembatan konkret bagi IKM komponen alat angkut dalam negeri agar mampu masuk ke dalam rantai pasok industri kendaraan listrik domestik maupun global. Kami ingin memastikan IKM lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian penting dalam penyediaan komponen berkualitas bagi industri kendaraan listrik nasional,” tegas Reni.

Selain memfasilitasi kemitraan, Ditjen IKMA juga terus meningkatkan kompetensi pelaku IKM melalui berbagai program pelatihan perbengkelan kendaraan listrik, mulai dari pengenalan komponen, analisis kerusakan, perawatan, praktik service maintenance, hingga penerapan standar keselamatan kerja sebagai bagian dari dukungan terhadap agenda transisi energi dan penguatan industri otomotif nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Truk Angkut Rombongan Seni Kuda Renggong Terbalik di Sumedang, 2 Luka Berat
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Lapor Prabowo, Mendikdasmen: Tunjangan Guru Naik dan Program Beasiswa Diperluas
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Menko Zulhas: Piala Dunia jadi pemersatu masyarakat dan penggerak UMKM
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Kuis: Tebak Profesi dari Karakter Film dan Series Populer
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
Bank Dunia Proyeksi Ekonomi RI Melambat, hanya Tumbuh 5 Persen pada 2026
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.