jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Presidium Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (PP HIKMAHBUDHI) Candra Aditiya menegaskan komitmennya dalam menjaga persatuan bangsa dengan terus menggelorakan semangat anti kekerasan (Ahimsa), budaya damai, dan penolakan terhadap segala bentuk anarkisme yang berpotensi mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Candra Aditiya, Indonesia sebagai bangsa yang majemuk membutuhkan kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk terus merawat kebangsaan melalui sikap toleran, dialogis, serta mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam menyikapi setiap perbedaan.
BACA JUGA: DPP BKPRMI: Dukung Langkah Pemerintah Jaga Ruang Digital dan Tegakkan Hukum Demi Persatuan Bangsa
"Perbedaan adalah kekuatan bangsa Indonesia. Karena itu, setiap persoalan harus diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan jalur konstitusional. Kekerasan dan tindakan anarkis bukanlah solusi, melainkan ancaman bagi persatuan dan masa depan bangsa,” ujar Candra dalam keterangannya pada Jumat (12/6/2026).
Candra menilai dalam dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara, pasti ada berbagai tantangan seperti saat ini yang kita hadapi bersama rupiah yang melemah, bahan bakar minyak naik sampai pada situasi ketidakpastian kepentingan global pandangan dan aspirasi seperti ini merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihormati.
BACA JUGA: Waspada! Dana Asing Berpotensi Rusak Ideologi dan Persatuan Bangsa
Namun demikian, penyampaian aspirasi harus tetap dilakukan secara bertanggung jawab, damai, dan tidak terprovokasi oleh narasi yang dapat memecah belah masyarakat.
Sebagai organisasi mahasiswa yang berlandaskan nilai-nilai Buddha Dharma, HIKMAHBUDHI mengajak seluruh Mahasiswa Buddhis Indonesia untuk menjadi pelopor perdamaian serta agen pemersatu bangsa.
BACA JUGA: Dharma Santi 2026, Prabowo Mengapresiasi Komitmen Umat Hindu dalam Menjaga Persatuan
Dia berharap mahasiswa mampu menghadirkan gagasan-gagasan konstruktif yang berorientasi pada kemajuan Indonesia, bukan justru terjebak dalam tindakan yang merusak fasilitas umum, menimbulkan konflik sosial, maupun mencederai nilai-nilai demokrasi.
“Semangat kebangsaan harus terus dirawat dengan menjunjung tinggi etika, toleransi, dan gotong royong. Jangan mudah tersulut provokasi yang dapat mengarah pada tindakan kekerasan maupun anarkisme," ujar Candra.
Candra juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat rasa persaudaraan kebangsaan di tengah berbagai tantangan global dan perkembangan teknologi informasi yang kerap dimanfaatkan untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, serta provokasi yang dapat mengganggu harmoni sosial.
Melalui semangat “Merawat Kebangsaan”, HIKMAHBUDHI menegaskan bahwa jalan damai, persatuan, dan penghormatan terhadap hukum merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, harmonis, dan berkeadaban.
Organisasi ini berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari gerakan kebangsaan yang mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera.
"Mari bersama merawat Indonesia dengan semangat persaudaraan, menjauhi kekerasan, menolak anarkisme, dan mengedepankan dialog demi masa depan bangsa yang lebih baik," ujar Candra Aditya.(fri/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Ibas: Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Jadi Wadah Mengasah Generasi Cerdas, Berkarakter & Berbudaya
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




