JEMBER, ERANASIONAL.COM – Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur merilis data kinerja ekonomi impresif Kabupaten Jember pada triwulan pertama tahun 2026. Angka pertumbuhan ekonomi wilayah ini menembus 6,35 persen sekaligus melampaui rata-rata capaian provinsi maupun nasional, Juni 2026.
Prestasi tersebut menempatkan Jember pada urutan pertama mengungguli wilayah Banyuwangi, Lumajang, Situbondo, hingga Bondowoso. Sektor pertanian bersama industri pengolahan memegang peranan krusial sebagai motor penggerak utama akselerasi finansial daerah.
“Terdapat empat lapangan usaha yang memberikan kontribusi signifikan, yakni pertanian, industri pengolahan, perdagangan, serta informasi,” ujar Kepala BPS Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsih.
Peni menjelaskan bahwa curah hujan yang baik sukses mendongkrak volume produksi padi masyarakat hingga 27 persen. Sektor peternakan juga mengalami pertumbuhan hebat menyusul lonjakan permintaan bahan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis.
“Kinerja tersebut terutama ditopang oleh sektor pertanian dan industri pengolahan yang tumbuh lebih tinggi,” lanjut Peni menjabarkan keunggulan struktur ekonomi lokal.
Pemerintah daerah menggenjot pembangunan fisik ratusan unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi guna mempercepat perputaran uang masyarakat. Langkah taktis ini terbukti ampuh memperkokoh posisi Jember sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur.





