Kado Pahit Ulang Tahun Driver Ojol Tangerang: Keliling Cari Pertalite, Pangkas Uang Jajan

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG, KOMPAS.com - Jumat (12/6/2026), seharusnya menjadi momen membahagiakan bagi Rizik, seorang pengemudi ojek daring (ojol) asal Karang Tengah, Kota Tangerang.

Namun, di hari ulang tahunnya yang ke-23 ini, Rizik justru harus berkeliling jalanan Kota Tangerang untuk mencari bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang sulit ditemukan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Rizik yang sehari-hari bekerja sebagai pengantar makanan melalui aplikasi daring mengaku telah menyisir sejumlah wilayah, mulai dari Gondrong hingga Karang Mulya, dan mendatangi tiga SPBU berbeda. Namun, seluruh SPBU yang ia datangi kehabisan stok Pertalite.

"Usia saya 23 tahun, kebetulan hari ini ulang tahun. Tapi dari kemarin cari Pertalite sudah susah. Rata-rata pada habis," ujar Rizik saat ditemui di SPBU 34.151.16 Jalan Raden Saleh, Karang Mulya, Kota Tangerang, Jumat siang.

Demi tetap bisa menjalankan pekerjaannya mengantar pesanan pelanggan, Rizik akhirnya terpaksa membeli Pertamax senilai Rp 15.000 sebagai solusi sementara.

Baca juga: Harga Pertamax Naik, Stok Pertalite Langka di Tangerang, Warga Keliling 6 SPBU

Nominal tersebut bahkan tidak cukup untuk mendapatkan satu liter Pertamax setelah harga BBM nonsubsidi itu naik menjadi Rp 16.250 per liter.

"Tadi ngisi Pertamax Rp 15.000 aja nggak ada seliter-seliter acan. Nih ngisi Pertamax emang udah buat urgen aja ya buat emergensi aja sambil nyari Pertalite lagi nanti di jalan," keluhnya.

Kondisi tersebut semakin memberatkan karena tarif atau argo yang diterima pengemudi tidak mengalami kenaikan.

Untuk menekan pengeluaran, Rizik mengaku harus mengurangi uang jajannya saat bekerja.

"Biasanya saya jajan sehari gocap (Rp 50.000) di jalan gitu namanya beli siomay. Sekarang paling sudah 20 (ribu) atau nggak, makan dulu dari rumah, baru di jalan jajan beli susu. Jadi lebih sedikit, ya setengahnya deh biar hemat buat bensin, buat yang lain-lain," tutur Rizik.

Baca juga: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter, Bagaimana dengan Pertalite?

Warga Datangi Enam SPBU demi Cari Pertalite

Keluhan serupa juga dirasakan Albert (29), pekerja lepas asal Cengkareng.

Menurut dia, kelangkaan Pertalite di kawasan perbatasan Tangerang dan Jakarta membuat warga harus berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lainnya.

"Ini sudah SPBU ke-6 kayaknya yang saya datangi. Dari Cengkareng sampai Tangerang banyak yang kosong. Terpaksa isi Pertamax daripada gak ada," kata Albert.

Akibat sulitnya mendapatkan Pertalite, Albert harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk membeli BBM.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Jika biasanya ia hanya mengisi bensin sekitar Rp 20.000, kini ia harus merogoh kocek hingga Rp 35.000.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persis Pakai Jasa Mantan Analis Timnas Indonesia U-19 dan U-23, Punya Peran Strategis
• 17 jam lalubola.com
thumb
IHSG Sesi I Ditutup Melesat 2,64 Persen ke Level 6.043
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Sikap Kapolri, BIN, dan Istana Hadapi Ancaman Demo Reformasi Jilid II dari Mahasiswa
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Arab Saudi Perbarui Aturan Klinik Haji, Kemenhaj Kaji Skema Baru Layanan Kesehatan Jemaah
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Dendy Sulistyawan Resmi Berlabuh ke Persela FC: Ini Panggilan Jiwa, Membela Tanah Kelahiran
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.